Aku, kami, kita

aku adalah muka tidak berdosa
aku adalah kepolosan di balik ke liaran itu
tetapi aku tidak pernah berpura
maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku
mengucap maaf seperti kalimat syahadat
semoga diterima, semoga sama sah nya. 

Beg(ing)

Penuh doa sungguh-sungguh dalam minggu ini, segala harapan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selalu mendengung di kepala, ini pertama kalinya, dan semoga baik saja. Permohonan dimana-mana. dan mental yang selalu siap sedia. mengantarkan hal ini kepada detak jantung yang semakin cepat mendekat. pertolongan di minta dari segala arah kepada yang punya 1 tujuan, Tuhan. 

конечно

Percakapan awal adalah masih tentang Tuhan dan Angin.
Kami sangat berterimakasih kepada keduanya karena telah mempertemukan kami. 
Ingat?

Mungkin nanti akan bertambah lebih banyak sesuai versi masing-masing.
Disini masih mencoba untuk membereskan diri sendiri.
Sebelum akhirnya betul-betul dipertemukan dengan segala perbedaan tersebut.
Bagaimana disana?
Tanpa ditanyapun, yakin bahwa waktu akan menjawab semua. 

?

Apa lagi yang ingin kutulis? hanya tanda tanya.

"Apa kabar?"
"Sedang apa?"


Banyak pertanyaan, tidak ada jawaban.
Seperti 'halo' pada telepon yang terputus.

Kesederhanaan


"Jarang orang mau mengakui, kesederhanaan adalah kekayaan yang terbesar di dunia ini: suatu karunia alam. Dan yang terpenting diatas segala-galanya ialah keberaniannya. Kesederhanaan adalah kejujuran, dan keberanian adalah ketulusan."

- Pramoedya Ananta Toer

List(en)

Terkadang, membaca adalah kunci untuk kau mengetahui semua.
tetapi, mendengarkan adalah cara yang sama serta lebih mudah agar kau bisa mengerti semua hal
mendengarkan adalah sebuah kata kerja yang memiliki arti memasang telinga baik-baik untuk mendengar
jika kita tahu, memang sepertinya sepele

Tetapi jauh di dalam itu, terdapat makna yang mungkin tidak kita pahami
orang-orang lebih senang berbicara banyak daripada mendengarkan

Tetapi ada juga orang yang lebih dulu memilih untuk mendengarkan "siapa" yang berbicara
daripada apa yang "dibicarakan"

Mendengar adalah sesuatu yang seharusnya tertanam dalam diri kita sejak kecil
dengan mendengar, kita bisa mencerna perkataan, memahami, kemudian mengerti
karena dengan hanya didengarkan, seseorang sangat merasa dihargai

Mulailah mendengarkan,
dari hal terkecil yang ada disekeliling kita. apapun.

Dan dengarkan
jika ingin didengar



Untuk Anda yang sangat sulit untuk "mendengar" kami. Kami bisa mengerti karena mendengar Anda, 
tetapi kami tidak bisa mengerti kenapa Anda tidak ingin 'mendengar'? -

Unsaid

2 hal yang seharusnya menjadi tanggungjawab, sudah terabaikan...
Terimakasih malas, kamu datang diwaktu yang tidak tepat untuk datang
Dan terimakasih sakit, sakit yang namanya lebih mirip band metal daripada penyakit : Bleeding Ass \m/

Mungkin ada yang berpikir aku sedang mengerjakan hal lain, tapi tidak kawan. aku hanya duduk diam, berkhayal, menikmati demam, dan terlelap. tidak ada lagi. 
"Kenapa jadi males lagi, De?" Pertanyaan yang sebenarnya tidak bisa dijawab.

Berbagai perasaan negatif menggerayangi. 
Tidak bisa digeser atau dihilangkan.
Perasaan karena tidak ada hasil dari tanggung jawab tersebut.

Ada yang bilang ini wajar.
Malas pasti ada, pasti dateng, tapi tidak boleh terus-terusan.
Mungkin karena sedang lelah, lelah dengan rutinitas
Tapi, RUTINITAS UOPOOOOO???????? -_________-

Maaf, untuk semua panitia dari beberapa acara-acara yang diselenggarakan di bulan ini.
Maaf karena tidak membantu, maaf karena hanya bisa melihat saja kesibukan kalian dari jauh. Dan mendengar kabar-kabar.
Sekali lagi, maaf sekali ya :(

Power Of Pray semoga bekerja. aku mendoakan kalian :*


Cerita KKN (Behind the Scene)

First day of KKN. Satu kata, absurd.
saya Dearina, maju ke dapur pagi-pagi buta dengan niat untuk memberi 20 orang makanan berujung gagal.
masak lauk yang kekurangan bumbu, dan masak nasi yang kekurangan air.
terbentuk lah ocehan NASI KACANG.
dan sadar kalo kurang air itu sangat sangat blunder.
Hari kedua. trauma untuk masak lagi, campur kesel karena dicengin terus.
akhirnya ngambek. hahahahaha. ngambek palsu biar berenti dicengin. dan berhasil! woho!

Dan lalu, berusaha untuk menjalani hari-hari selanjutnya
berusaha untuk melawan kebosanan akibat rutinitas yang itu-itu saja.
berusaha untuk mengenal sifat satu sama lain
dan berusaha untuk menjaga diri, serta menjaga sikap.

dan yang paling penting adalah berusaha untuk melawan malas
ada satu cerita dimana dalam KKN ini untuk berbicara saja aku malas
bukan karena ada sesuatu atau hal lain
tetapi benar-benar malas untuk terlalu repot dan berpartisipasi lebih jauh dalam suatu program
malas ini tidak beralasan, hanya malas saja
karena ini, aku cenderung diam dan mengikuti saja ide-ide mereka

seperti yang diceritakan sebelumnya
di Desa Sukamekar ini kami memilih daerah Ciawi Tali untuk tempat tinggal kami
pertama, aku sangat bersyukur mereka memilih tempat dengan lingkungan yang sangat religius
kedua, aku bersyukur karena mendapatkan teman sekelompok yang soleh dan solehah
bukan berlebihan, tapi karena kondisi seperti ini, aku menjadi lebih rajin menjalani kewajiban beragama


Minggu pertama terlewati...
dengan adaptasi yang biasa saja
dan di cerita ini, saya mencoba untuk memperkenalkan mereka... 

Refa. kordes kami yang bisa dibilang "terpaksa jadi kordes" karena tidak ada lagi yang lain
yang ingin mengajukan diri untuk jadi koordinator desa. :D
dia cukup baik untuk memimpin, tapi sangat kres untuk keseharian hahaha
'kres' disini adalah kata yang diciptakan oleh refa sendiri, dan untuk dirinya sendiri. 

Dania. calon ibu dokter yang lebih cocok jadi atlet catur. karena pembawaannya yang serius dan maskulin. 

Nurul. simple. satu kata untuk menggambarkan nurul serta berjuta keunikannya. suara nya yang khas, mengoroknya yang tiada tanding, dan celotehan "coy" yang menjadi trending topic seantero desa. membuat kami sulit untuk melupakan seorang Nurul. Oh, Nurul...

Denisa. anak gaul yang mudah bergaul dan pintar untuk menggauli. berbadan besar dan mempunyai kadar berbicara 5 tingkat dari manusia normal. tetapi mempunyai tingkat toleransi yang sangat tinggi untuk menjadi seorang buruh rumah tangga. 

Asro. bocah satu jurusan. calon antropolog yang lebih cocok untuk bekerja di PSSI dibagian mengatur jadwal pertandingan. Ia juga lihai untuk menggoreng berbagai jenis makanan. 

Taufan. seorang anak yang sedikit agak sering berubah-ubah. dihari ini Ia terlihat sangat lucu dengan kekonyolannya. hari esok, Ia bisa menjadi seperti ustad yang subhanalloh sekali. hari lusa, Ia bisa menjadi seperti juragan jengkol betawi yang galaknya minta ampun. Ia juga mempunyai gaya andalan foto ter-kece se Sukamekar Jaya. dan mempunyai hobi menghitung daun, karena dia anak reggae sejati. 

Anis. Ibu dokter yang gossipnya diam-diam mempunyai affair dengan anak kepala desa. pintar mengaji serta memasak. Ibu rumah tangga yang sangat bertanggung jawab terhadap anak-anak nya. 

Aldi a.k.a Belida a.k.a Ncek a.k.a Cino. calon teroris yang mempunyai banyak nama samaran. Ia adalah laki-laki cantik yang pintar memasak dan menggambar. hidupnya jauh dari rasa pedas dan kopi. available di malam hari dan invisible di siang hari.

Diwi. bocah dibawah umur yang hobi minum jeruk panas sebelum tidur. penyabar. dan mempunyai teman imajinasi bernama Mini. Mini adalah anggota ke-22 di kelompok KKN kami. Ia bertugas untuk menemani Diwi saat tidur dan saat di bully.

Agung. atlit futsal yang berpotensi menjadi pelawak. dikabarkan mempunyai affair dengan salah satu calon dokter. banyak rahasia dibalik mereka. dan sampai tulisan ini diturunkan mereka masih menjalin silahturahmi dengan sangat baik.

Yuva. Orang kedua yang paling rajin bertanya tentang kesehatan orang lain setelah priyanka. "kamu baik?" mempunyai hobi bermain game hingga larut. dan masih mempertahankan model celana cutbray ditengah model celana agak hipster dan skinny.

Agnes. seorang penyanyi cilik. memiliki tingkat kesetiaan dalam mendengarkan cerita yang lebih tinggi dari anak seusianya. 

Popo a.k.a Apris. seorang sastrawan Sunda yang memiliki jiwa seni tradisional yang tinggi. dikala orang-orang sibuk membeli bahan makanan, Ia sibuk mencari suling. mempunyai hobi mendengarkan alunan gamelan sebelum tidur. 

Sufia. wanita pujaan Denisa, tetapi sayangnya ia tak memuja balik. mempunyai Bunda yang selalu kami tunggu kedatangannya

Nadira. pemuja korea sejati. waktu luangnya dihabiskan dilantai atas untuk menonton film korea. sadar atau tidak, dira seperti orang jatuh cinta kalo lagi nonton korea. eh, tapi kayaknya jatoh cinta beneran deh. beneran ngga sih? yaaa sama orang yang mirip-mirip korea ngga apa-apa lah, yang penting kan jatuh cinta. ;p

Iqbal. mempunyai tensi darah yang hampir sama dengan postur badannya. pemain gitar pro handal. dan cukup tampan kala menjadi imam sholat subuh. 

Babeh dan Irni. pasangan sehidup semati, sedunia dan akhirat, bumi dan mars, bulan dan bintang, sendal swallow kiri dan sendal swallow kanan. pokoknya mereka itu tidak terpisahkan, deh. 

Priyanka. wanita India yang diam-diam mengagumi pak Ustad kami, dan kami baru mengetahuinya saat-saat kesan dan pesan terakhir. semoga bisa berlanjut dikemudian hari :)

Anggi. Paling males komentar sama cewek satu ini. Banyak banget maunya. untung Agung suka. FYI, anggi dapet suntikan semangat skripsi dari Agung berupa bunga. Sweet ya. semoga hati Anggi cepet leleh. semoga kisah mereka bisa dilanjutkan. AMEN.


itulah kelompok KKN kami dengan segala perbedaannya.
Mau tidak mau, suka tidak suka semua harus diterima. 

Ngaliwet. Ada loh salah satu dari mereka yang baru pertama kali makan diatas daun pisang bareng-bareng gini, ayo tebak siapaaa? :)))


Satu jam sebelum berangkat pulang, bersama para orangtua yang sudah bersedia membantu dan me-ngeumong kami selama sebulan. :')





Kembali lagi pada pengalaman sendiri yang menurut saya luar biasa.
awalnya kami menjalankan program sosialisasi Cuci tangan dan Gosok Gigi dengan baik dan benar kepada siswa/siswi SD Sukamekar. kebetulan letaknya tidak jauh dari rumah tinggal kami. i'ts first day i'm teaching. sungguh sangat berterimakasih kepada mereka yang mulutnya komat-kamit yang menyuruh saya untuk tidak begadang. dan alhasil saya cuma tidur 1 setengah jam. dan berdiri depan kelas dengan perasaan ngablu. awal pertemuan lebih mirip aziz gagap daripada seorang mc untuk anak sekolah dasar. 

Saya selalu suka anak kecil, karena menurut saya, anak kecil adalah suatu bibit untuk masa depan kelak. Jika dirawat dengan baik akan menjadi bibit unggul, jika tidak mereka akan menjadi bibit biasa. tetap tumbuh, tetapi biasa. Saya tidak permasalahkan hal itu, yang saya lihat disini adalah pola hubungan guru dengan murid yang ada disekolah ini, guru-guru itu terlihat terlalu galak untuk mendidik. mereka seperti ingin sekali dikatakan "pak guru galak" oleh anak muridnya, dan lalu selalu ditakuti. Bahkan saat kami masuk kelas, Pak guru tersebut tetap menyuruh murid-murid kelas dua tersebut untuk duduk diam dengan bentakan keras. padahal, menurut kami itu tidak masalah, namanya juga anak kecil, anak kecil yang sehat adalah anak kecil yang banyak gerak, dan saat itu kami memang membutuhkan kegaduhan. Menjadi penurut adalah pelajaran yang paling tidak bisa dipisahkan dari seorang anak. Tetapi pasti banyak cara lain yang membuat mereka nyaman, tidak harus dengan membentak atau memarahi mereka. 




Saya belajar akan hal itu, karena dahulu saya bercita-cita sebagai seorang guru. semakin galak seorang guru, semakin banyaklah hujatan-hujatan dan doa-doa kejam yang diberikan oleh murid kepada guru tersebut. Kasian...

Oke, kembali lagi, 
presentasi, bernyanyi, dan belajar bersama berjalan lancar. Mereka seperti ter-refresh oleh sesuatu yang baru. walaupun sosialisasi ini adalah sosialisasi yang mendasar, namun mereka dapat menerimanya, dan semoga juga dapat menerapkannya karena cara penyampaian kami yang menyenangkan.

Sore harinya, saat saya sedang melanjutkan tidur yang tertunda, nama saya dipanggil oleh dua bocah kecil yang tadi kami ajarkan dikelas, mereka memanggil dengan malu-malu "bu dea.. bu dea.." senangnya :) bukan senang karena saya dipanggil ibu, tapi karena mereka masih ingat nama saya dan berusaha untuk mendekatkan diri. saya menghampiri mereka di teras rumah. menanyakan banyak pertanyaan dan mengajak teman-teman satu rumah yang lain untuk bermain bersama. permainan kami sewaktu kecil, yang tidak dimainkan di desa ini, adalah ABC 5 dasar. entah siapa yang menciptakan permainan tersebut, tetapi anak-anak kecil ini sangat senang ketika mereka harus berlomba-lomba berfikir untuk menemukan jawaban. aku terkikik. mungkin dulu, saat aku SD aku juga sesenang ini ya. 

Esok harinya mereka datang lagi, kami main permainan yang sama, dan saya merasa anak-anak ini bosan, tetapi mereka masih ingin bermain dengan kami. Akhirnya saya mengajak teman saya Agnes Theodora, gadis cantik yang memiliki suara bagus. lalu mengajak anak-anak ini bernyanyi. Pada awalnya agnes mengajarkan mereka pelajaran dasar, lalu tangga nada, dan lagu. ada satu lagu favorit saya semasa kecil dan tidak dikenal di desa ini. 'Ambilkan Bulan, Bu' di Desa ini tidak mengenal lagu ini, jadi kami kenalkan mulai dari solmisasi, nada, hingga lirik. mereka sangat senang. selalu menulis apa yang kami, katakan, walaupun tidak semua, karena mereka belum bisa menulis cepat. media kami hanyalah kardus polos yang bisa kami coret-coret seperti papan tulis, dan sebuah gitar untuk mengiringi dan menyamakan suara mereka. 

Di teras rumah, setiap jam 5 sore, selalu seperti itu. banyak orang-orang yang lalu lalang untuk mencari ta'jil, tetapi tidak sungkan untuk mampir melihat anak-anak ini bernyanyi atau hanya sekedar tersenyum yang berarti memberi salam. 


Ini pertemuan sehari sebelum kami pulang, bukan yang terakhir, bukan perpisahan.


Pada hari itu, setelah bernyanyi, kami bertukar cerita, "seneng ngga diajarin sama kita?" Agnes menanyakan itu pada anak-anak. "seneng, soalnya kak dea sama kak agnes itu cantik, pinter nyanyi, suara nya bagus, pinter main musik, pokoknya seneng deh" jawab mereka dengan jawaban yang sama. sambil menangis. iya, sambil menangis. mereka senang kami disini, tapi mereka juga sedih kami ingin pulang esok harinya. Lalu kami juga menceritakan perasaan kami, yang sangat senang bisa berbagi ilmu berbagi lagu dengan adik-adik kecil yang cantik. Agnes mengatakan bahwa Ia senang mengajarkan adik-adik itu karena Ia punya adik kecil. Kalau saya senang, karena saya baru pertama kali mengajarkan anak-anak kecil yang dahulu menjadi cita-cita saya. Lalu kami memberi kenang-kenangan berupa tempat pensil yang bisa mereka gunakan untuk sekolah.

Esok harinya, saat kami bersiap-siap untuk pulang, mereka datang dengan senyum terkembang, memberi dua buah surat untuk kami, untuk kak dea dan kak agnes.

Banyak yang tidak bisa dikatakan disini, hanya kami simpan untuk sekedar cerita kelak. Kami berharap kami akan bertemu lagi dengan kelima adik itu, dan bertemu adik-adik yang lainnya. yang sama menyenangkannya. 



Terimakasih KKNM, Terimakasih Ciawi Tali :) 

Logo yang iseng saya buat, disponsori oleh kasur palembang yang entah punya siapa










Selalu ada kesempatan untuk membentuk pengalaman disetiap moment.
Selalu ada kesempatan untuk menaruh rindu disetiap ruang dan waktu. 
                                         Berterimakasihlah pada kesempatan itu :)

Imagine Accepting The Truth

Judul diatas adalah sebuah tulisan yang diambil dari kebun 'tulisan' orang lain
Kebun itu mendeskripsikan senja menuju gelap
Foto-foto yang jarang tersenyum
Dan tulisan-tulisan singkat yang tak bisa dimaknai

Kebun itu menjadi tempatnya menanam
Dan membiarkan oranglain menikmati manis buahnya
memberi kesempatan untuk mengantarkan para kumbang kebun menuju bunga

Tetaplah menjadi kebun yang didambakan malam pekat
dimana mereka bisa menyatukan yang beda


Hallo, Coba Lebih Mengenal dan Menghargai :)

     Sejak aku suka, aku rajin untuk menengok beberapa tulisan di blognya. Dee Lestari, nama itu memang tidak asing, penulis handal dengan beberapa karya nya yang sudah terkenal. Tetapi ada salah satu tulisannya yang membuat saya pribadi agak tersentil.

Tahun 2006, saya membuat blog tanpa pengetahuan blogging sama sekali, bahkan tanpa ketertarikan untuk menseriusinya. Jujur, pada saat itu pun saya bahkan tak terlalu menyukai blog-blog lokal yang saya temui, yang kebanyakan isinya remeh-temeh, diary-ish, atau dalam istilah saya pribadi: ‘diare kata-kata’. Encer dan nggak penting. Beberapa rekan penulis juga mengatakan, “Alaah... nggak usah nge-blog! Langsung bikin buku saja.”

Apa yang saya pikirkan?
Saya blogger lokal, saya sering menulis tentang 'saya' dan berujung pada curhat yang remeh temeh
dan saya juga menulis diary yang saya tumpahkan ke dalam blog ini.
"Encer dan nggak penting"

Kali ini saya memang terlalu sensitif.

Tapi seharusnya Dee juga tidak menulis seperti itu. Mungkin saja titik awal Ia menulis berasal dari curahan hati yang 'diare kata-kata' dan lalu di analogi kan dalam suatu cerita pendek. Mungkin, kataku. Aku tidak tahu. Tapi sekali lagi, harusnya Dee tidak menulis seperti itu, karena bukan hanya saya, tapi banyak di luar sana, mereka yang memiliki banyak cerita, pengalaman, atau perasaan dan lalu di tuangkan dalam sebuah tulisan yang hasilnya akan menjadi sebuah cerita yang (mungkin) bertele-tele. Tapi apapun itu, harus tetap  paham bahwa Tulisan adalah gudang ilmu, apapun itu.. dimanapun dan kapanpun... Sebuah Tulisan mampu menjadi jendela untuk kami mengenal dunia, bertukar pikiran, saling menginspirasi serta memotivasi. Jadi, tolong hargai sekecil apapun makna dari tulisan kami. 





Dear :)

Di Malam Hari, Menuju Pagi


Aku sering tersenyum sendiri belakangan ini.
Menikmati hidup yang selama ini menjadi angan-angan.
Angan-anganku sederhana, aku bisa menari dengan senyum terkembang, mempunyai banyak kegiatan yang menyibukkan, ditemani teman-teman yang sangat perhatian.
Aku sangat mensyukuri ini :)

Tetapi, di satu waktu ditengah lamunanku,
tiba-tiba mataku sering buram karena air yang datang dari sela-sela mataku secara tiba-tiba.
Aku berkaca-kaca menahan tangis
Entah, tapi kali ini aku memang sedang dalam banyak tekanan.
Aku mencoba rileks, tapi tetap tidak bisa menghindari, dan aku pun tidak mau menghindari, karena mau tidak mau aku harus menghadapi.
Sederhana, jalani saja.

Semenit yang lalu aku baru selesai membaca satu buku, buku cerita, cerita tentang perjalanan seorang musisi yang mendapatkan masalah kemudian bisa menjalani, lalu keluar dari masalah itu.

Banyak kata dalam kepalaku yang sangat ingin aku sampaikan setelah membaca cerita itu, tetapi karena terlalu banyak dan acak-acakan, aku tidak bisa menulisnya. Mungkin nanti, saat kata itu tersusun rapi dalam kepalaku.

Lagi-lagi aku memutar otak menuju angan-angan.
Aku merasakan bahwa 'moment' sesaat setelah lepas dari masalah itu adalah waktu-waktu yang paling membahagiakan, waktu-waktu yang patut untuk disyukuri. Waktu-waktu saat alam semesta ikut tersenyum seraya mendukung.

Aku berkaca-kaca lagi kali ini.
Entah apa yang aku pikirkan saat menulis ini.





Jatinangor, 2 September 2012, Dini Hari, Ditengah teman-teman tersayang sedang terlelap. 

Dea, Ada Apa?

          "Ada apa, De? Kamu kenapa?" terus dan terus berbicara sendiri sejak kemarin. Aku ingin ketenangan Tuhan.. pintaku. kembali lagi berbisik, "Tuhan sudah memberi itu semua, kamu dalam satu ruang yang sejuk dan tenang yang di namakan rumah..". Kemudian hening. Mencoba kembali merasakan apa aku benar-benar sudah tenang. Ku coba lagi untuk memulai satu kegiatan, kegiatan yang aku suka. Menulis. Oke baik, kalimat pertama ku tulis, kemudian aku bertemu titik, dan.... hilang lagi. hilang lagi semua yang ingin aku tulis. Akhirnya lagi-lagi aku hapus kalimat pertama tersebut. Sejak kemarin selalu seperti ini, bila dihitung kurang lebih ada 7 kalimat pertama yang tidak jadi aku tulis. Hening kembali."Ada apa sih, De?" bisikan ada lagi, kali ini memberi penekanan pada kata "sih". 

           Diam. Lalu menangis. 

           Rasanya ingin menjawab dengan berteriak agar mereka cepat pergi, tapi mencoba pun aku enggan. Jadi aku mencoba membalas bisikan mereka, dengan suara sekeras angin. "Aku tidak tahu, tapi aku akan memastikan diriku baik-baik saja. tetap disini, tetap selalu mengingatkanku jika aku sudah tidak bisa berpikir" tidak ada jawaban. "hai, kamu dimana?" tanyaku lagi. Tetap tidak ada jawaban. Mereka pergi, bisikan-bisikan itu pergi. Apa yang sebenarnya mereka inginkan?

       "Kami hanya ingin membatasi perasaan mu saat ini. sebuah perasaan yang berhubungan dengan beberapa emosional, senang, senang sekali, sedih, sedih sekali, dan jenuh. Kau sedang merasakan itu semua dalam satuan waktu yang terus menerus. Nikmatilah sekejap lalu kembali bersenang-senang. Jangan terlalu larut karena semua yang kau lihat pasti yang tidak kau sukai" Aku hanya menjawab, "Ya."

        Aku jalani. Lalu semua baik-baik saja. Walaupun masih samar-samar pertanyaan itu datang, entah sampai kapan. Tapi aku harap menit selanjutnya setelah ini, aku tidak lagi mendengarnya.


Kertas Perahu dan Gelombang Hidup

     Pagi ini battrey-ku hanya naik 3 kotak. Tidurku tidak maksimal padahal jam tidur lebih. Aku gagal bangun pagi hari ini, pagi menurut peraturan Ibu ku adalah sebelum jam 7 pagi. peraturan itu dibuat 15 tahun yang lalu saat aku SD, tapi aku baru mematuhinya mulai dari seminggu yang lalu. sepenting itukah bangun pagi? dikala malam terhampar banyak kesenangan. 

       Beranjak mandi, karena aku pikir muka kusutku ini harus dicuci. tapi ternyata tidak ada perubahan, mataku masih berat dan badanku masih lemas. membuka laptop untuk mengecek segala "tugas" yang berhamburan saat liburan ini. aku tidak semangat. dan kembali menutupnya. 

dua hari yang lalu...
       aku mengambil ponsel, sudah ada beberapa pesan masuk lalu aku membalasnya. hampir semua temanku, salah satu pesan diantaranya adalah diawali dengan "wah", "ciee", "bagus nih" lalu di sambung dengan "jam tidur sudah mulai terkendali" aku hanya tersenyum membacanya. ah, mereka hanya basa basi. padahal mereka juga seperti itu. 

hari ini...
       kembali mengambil ponsel, membaca beberapa pesan. lalu membalasnya. beberapa menit kemudian, ada beberapa balasan lagi, "hmm?" aku bergumam. ini aku yang sedang mengantuk, atau memang mereka yang agak tidak jelas membalas pesan, aku mencoba membaca lagi, masih tidak mengerti. aku hiraukan, lalu aku kembali ke laptopku, aku membuka googlebooks yang berisikan novel, Perahu Kertas. Novel karya Dewi Lestari yang baru-baru ini dijadikan Film karya Hanung Bramantyo. kemarin sore aku baru menonton itu, satu komentar tentang film tersebut "Awesome movie, with a good script!" mungkin aku terlalu sok tau untuk berbicara seperti itu, tapi beberapa bulan belakangan ini, aku tertarik dengan mereka yang bisa menghasilkan tulisan dengan segala imajinasi liar mereka. imajinasi memang tidak terbatas, 'bahkan pikiran kita bisa menjadi sutradara bagi imajinasi itu sendiri' kata seorang teman. 
       Newbreeze mungkin sering menyebut kata Salamatahari, itu adalah salah satu web yang diciptakan oleh satu penulis yang mempunyai dunia khayal yang hebat, dan mereka bisa menata itu semua dengan apik. Sundea. aku kagum dengannya. sama kagumnya dengan Dewi Lestari. banyak karya-karya mereka yang sangat mendapat apresiasi tinggi oleh masyarakat. oke, kembali ke membaca...
hanya sampai halaman 89, bagian ke-11. halaman-halaman selanjutnya tidak ditampilkan lagi. pasti mereka memaksakan untuk membeli novel aslinya hahaha. aku lupa waktu  saat membacanya, memahami kata demi kata. karena aku tidak hobi membaca, dan sekalinya membaca harus dengan serius. 

     Cerita singkat dibelakang sampul menggambarkan cerita ini ada tentang 2 orang anak adam dan hawa yang mempunyai kepribadian dan keahlian masing-masing dan mereka suka sama suka. tetapi, jika boleh menyertakan pendapat, aku tidak melihat seperti itu.
Disini aku hanya melihat Kugy, Kugy dengan keunikannya, Kugy dengan imajinasinya, Kugy dengan segala daya khayalnya, Kugy dan hidupnya. ini kehidupan Kugy, Keenan dan yang lainnya hanya pemanis kehidupan Kugy. kenapa pemanis, karena jika melihat hidup Kugy dari luar memang sangat terkesan aneh, tetapi sangat menakjubkan jika kita menjadi Kugy sendiri. tetapi memang, susah bagi Kugy atau orang-orang lain seperti Kugy untuk menggambarkan hidupnya, hanya bisa menceritakan sepotong-sepotong agar tidak membosankan jika sudah tersangkut dengan dunia khayalnya. aku yakin dunia "inside" itu sangat indah, apapun dijadikan kesenangan. dan pemanis-pemanis yang tadi aku bilang, itu sebagai coretan kesenangan dari bagian luar.

Setelah selesai menonton film ini, aku berkali-kali berkata kepada temanku
"aku ingin jadi Kugy..." 
bukan Kugy dengan segala dunia khayal yang dianggap orang aneh itu.
tetapi dengan hidupnya yang menikmati segala proses, dan lalu membuahkan hasil
"pilihannya mengambil jurusan sastra adalah buah dari cita-citanya yang ingin menjadi penulis dongeng. pilihannya hidup di kota lain adalah buah dari khayalannya untuk hidup mandiri. Diluar dari perilakunya yang serba spontan, Kugy merencakan dengan matang perjalanan hidupnya. Ia tahu alasan dibalik semua langkahnya, dan benar-benar serius menangi impiannya" -sepotong kalimat yang ada di dalam novel
Aku ingin itu, ingin memulai semuanya kemudian menata dengan apik apa yang menjadi mimpiku.
Tapi apa? bahkan aku tidak tahu apa mimpiku.
Hanya membahagiakan orangtua, dan itu terlalu luas. tidak mengerucut.
Tetapi aku tetap optimis, tidak ada yang terlambat, aku bisa memulai semuanya secara serius
Mematangkan apa yang sedang aku jalani.
Antropologi. bukan pilihanku. entah pilihan siapa. bahkan aku tidak tahu apa definisi dari Antropologi itu sendiri sampai akhirnya aku mengikuti test masuk kuliah.
aku terus menjalaninya, kali ini benar-benar mengikuti air mengalir. 
aku diarahkan untuk ini, karena Ayahku mencontoh para Om dan Tante ku yang sebagai Sarjana Antropologi. Okay, cukup masuk akal.
keinginanku sejak dulu adalah jurusan Seni Musik di Universitas Negeri Jakarta, dan lalu menjadi guru musik. cukup. cukup baik bagiku, karena aku ingin mewujudkan cita-cita ku sedari kecil itu. karena kata Mario Teguh, "orang sukses seutuhnya adalah orang-orang yang mempunyai cita-cita sewaktu kecil, dan benar-benar terwujud dikemudian hari"

maaf Pak Mario, aku tidak bisa menjadi orang sukses seutuhnya.
tapi aku berjanji akan mewujudkan mimpiku yang tadi sudah aku sebutkan
Dengan jalan yang sudah terhampar sekarang ini.
Dengan kebiasaan-kebiasaan klasik yang sedikit-sedikit mulai aku rubah seperti yang tadi aku ceritakan.
Aku hanya tinggal menjalani, dan menikmati segala prosesnya dengan kemampuanku.

Aku ingin sekali berkata "tidak perlu menjadi orang lain untuk mendapatkan itu semua"
Tapi aku tidak ingin munafik, aku ingin menjadi mereka, mereka yang menjalani apa yang mereka sukai dan lalu membuahkan hasil atas perjalanan mereka.
Ingin, tapi hanya sebatas keinginan.


solusinya adalah, berusahalah untuk menyukai apa yang kamu jalani. itu kuncinya.












oke, ini adalah catatanku untuk diriku sendiri. seperti paradox, tapi memang iya. 
ini lah yang sedang aku butuhkan, motivasi-motivasi kecil yang datang dari luar dan dari dalam.
karena setelah ini, aku akan menjalani sesi yang menurutku berat.
jika setelah ini ada tulisan yang mirip dengan ini, tetapi lebih ceria, berarti aku sudah berhasil melewatinya.

:*

Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Desa Sukamekar

        KKNM Unpad adalah singkatan dari Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Universitas Padjajaran dan merupakan program Universitas yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa/i yang sedang menempuh perkuliahan di Universitas Padjajaran tersebut. Program ini mempunyai tujuan agar mahasiswa/i dapat kuliah secara nyata dan turun ke lapangan secara langsung dan dapat mengetahui bagaimana medan yang sebenarnya di luar kelas. Kegiatan ini dilaksanakan selama 1 bulan penuh dengan beberapa peraturan yang sedikit mengikat agar mahasiswa/i tersebut bisa menjalaninya secara disiplin serta penuh tanggung jawab.
         Saya merupakan salah satu peserta KKNM yang berasal dari jurusan Antropologi Fisip Unpad dari 21 anggota KKNM yang lain yang terpilih untuk melaksanakan kegiatan ini di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kami terdiri dari fakultas yang berbeda-beda, yaitu FPIK, FISIP, FIB, FKEDOKTERAN, FIKOM. Tetapi dengan perbedaan ini kami jadi bisa bersatu untuk menerima segala kekurangan dan kelebihan yang kami miliki.
      
      Jika saya menjadi warga Sukamekar pertama-tama saya akan bercerita bagaimana proses hidup bersama warga Ciawi Tali di Desa Sukamekar tersebut. Pada hari pertama keberangkatan tanggal 2 Juli 2012 saya beserta anggota KKNM yang lain berangkat ke tempat tujuan dengan segala persiapan yang telah disiapkan jauh-jauh hari. Jumlah kami ada 21 anggota dengan 1 koordinator desa yang akan mengarahkan kami selama satu bulan di Desa Sukamekar. Sesampainya kami di kecamatan Sukanagara kami disambut oleh kepala camat dan aparat kecamatan yang lainnya. Mereka dengan senang hati menerima kami untuk menjalankan program universitas di Desa ini. Setelah itu kami kembali menuju tempat tinggal masing-masing yang telah ditentukan. 
          Di Desa Sukamekar ini kami memilih Ciawi Tali sebagai tempat tinggal kami bersama, rumah sederhana yang dapat ditinggali oleh 8 mahasiswi dan 13 mahasiswa, saat kami sampai kami disambut dengan senyuman-senyuman manis para warga sekitar yang sepertinya sudah menunggu kedatangan kami sejak lama. Ciawi Tali dalam sejarahnya adalah daerah yang dihuni oleh warga-warga yang mempunyai ikatan keluarga satu dengan lainnya, karena itu tidak heran mereka mempunyai karakter wajah yang setipe. Warga Ciawi Tali mayoritas beragama islam karena itu agama di daerah ini juga sangat kuat pengaruhnya, karena disini terdapat madrasah yang dikelola oleh warga sekitar itu sendiri. Mereka dengan rajin membuat jadwal mengaji bersama disetiap minggunya dan diikuti oleh semua kalangan dari tua maupun muda. Hal itu sangat berpengaruh pada kami yang juga mayoritas beragama islam, awal kami datang dan tahu bagaimana kegiatan keagamaan disini kami mulai merasa nyaman, apalagi kami akan dihadapkan dengan bulan suci ramadhan yang akan datang.
       Pada hari pertama, kami mempunyai kegiatan untuk datang ke Kantor Desa dan mengikuti proses Pelelangan PNPM (Program Nasional Pengembangan Masyarakat) mandiri. Tujuan dari pelelangan ini adalah pemberdayaan sumber daya yang ada yaitu Laster dan bahan pabrikasi untuk kebutuhan sarana pelengkap pembangunan jalan yang sekarang sedang berjalan, serta pembangunan gedung posyandu di beberapa tempat. Pelelangan ini diikuti oleh warga Sukamekar dan Sindang Sari. Pelelangan ini termasuk tahapan proses pembangunan sarana fisik yang berguna sebagai alternatif terbaik untuk memenuhi kebutuhan. Pelelangan ini bersifat lebih terbuka, karena pada awal kegiatan ini ada beberapa perjanjian dan peraturan yang telah disepakati oleh seluruh peserta yang mengikuti kegiatan lelang tersebut.
         Pada hari keempat tanggal 5 Juli 2012, saya mengikuti kegiatan yang dijalankan oleh warga sekitar, yaitu membaca Al-Qur’an bersama dalam rangka Nisfu Sya’ban kegiatan ini dilaksanakan sekitar jam 20.00, dan diikuti oleh + 20 anggota dari berbagai kalangan. Dari kegiatan tersebut, saya bisa sedikit lebih mengenal ibu-ibu pengajian yang berada di Ciawi Tali. Selain itu saya juga punya kesenangan tersendiri, karena Nisfu Sya’ban sebelumnya saya hanya menjalankan sendiri dan atau keluarga jika sedang dirumah, tapi kali ini bisa bersama-sama.
         Hari kelima tepatnya 6 Juli 2012 saya bertugas untuk mengunjungi posyandu bersama beberapa anggota kelompok yang lain, Posyandu Mekarsari yang berada di Legok Empang, tempatnya agak jauh dari tempat tinggal kami dan tidak ada kendaraan untuk menuju kesana, dan kami mencoba untuk tepat waktu dan berangkat lebih awal dari biasanya. Sesampainya kami disana, kami disambut oleh beberapa kader posyandu Program mereka setiap bulannya adalah imunisasi serta pendataan tinggi dan berat badan anak-anak kecil yang berada Dusun tersebut. Selain itu mereka juga melakukan pemeriksaan bagi ibu hamil dan menyusui agar perkembangan anak mereka berjalan baik. Saat kegiatan dimulai kami mencari informasi yang ada di posyandu itu sendiri. Ada satu isu yang sedang hangat diperbincangkan dan ini menarik perhatian saya, yaitu ada satu warga yang berumur sekitar 19 tahun dan telah menikah, Ia mengandung bayi sekitar 3 bulan yang lalu,satu bulan pertama saat diperiksa memakai testpack dan mendatangi bidan untuk melakukan pemeriksaan, bayi dalam kandungan masih ada dan sehat, tetapi setelah beberapa minggu setelah itu, perut sang ibu kembali mengempes dan setelah diperiksa kembali ternyata tidak ada tanda-tanda kehidupan bayi di perut sang ibu, “bayinya hilang, diperkirakan itu bukan hamil, tapi penyakit” tutur salah satu kader yang sedang kami wawancarai untuk mencari informasi. 
      Saya mencoba untuk mendekati sang ibu, dan sangat berhati-hati untuk bertanya tentang hal tersebut, karena takut Ia tersinggung atau semacamnya yang membuat pertemuan pertama menjadi kurang enak. Ia bercerita bahwa memang benar seperti itu, tetapi beberapa minggu kemudian saat di periksakan memakai testpack dan mendatangi bidan, bayi itu kembali lagi terasa detak jantungnya, Ia mengatakan selama proses itu saya merasa mual selama 3 minggu. Dan setelah itu mengalami pendarahan sampai tidak bisa keluar rumah sama sekali akibat lemas yang berkepanjangan hal ini terjadi karena Ia mengikuti KB, pil KB yang menurutnya tidak cocok menjadi sebab Ia mengalami pendarahan, disini dokter hanya memberikan obat untuk menghentikan pendarahan. Setelah itu, kejadian ini kembali terulang. Sampai akhirnya dari pihak dokter maupun kader hanya dapat membantu memeriksa tetapi tidak berani untuk mendiagnosa. Informasi terakhir, detak jantung bayi kembali ada lagi dalam perut sang ibu. Seselesainya Ia bercerita panjang lebar, proses pemeriksaan Ibu hamil dimulai, dalam proses ini kami juga memberikan penyuluhan kesehatan tentang ibu hamil dan balita, respon mereka terlihat biasa saja, karena ternyata sebelum ini mereka mendapatkan penyuluhan langsung dari ahli gizi, tetapi perhatian mereka tetap tinggi kepada kami yang mencoba memberikan penyuluhan. Anggota posyandu Mekarsari adalah semua ibu-ibu hamil dan menyusui yang berada di daerah Mekarsari yang terdiri dari 2 RT tersebut, antusiasme mereka untuk datang ke posyandu sangat tinggi karena mereka merasa posyandu sangat membantu mereka dan perkembangan anak-anak mereka.
        Tanggal 7 Juli 2012, warga Sukamekar melaksanakan kegiatan RAKORNAS (Rapat Koordinasi Nasional) di Balai Desa Sukamekar. Kami diundang untuk pengenalan anggota KKNM kepada aparat Balai Desa yang sedang berkumpul dalam kegiatan tersebut. Pengenalan dimulai dari Koordinator Desa (Kordes) kami sebagai perwakilan, setelah itu pengenalan individu. Dalam kesempatan ini saya bersama anggota kelompok pemetaan Dusun Sukawening (salah satu dusun yang berada di
Desa Sukamekar) untuk mencoba berbicara kepada kepala Dusun yang sedang ada di tempat agar bisa kami wawancarai untuk mencari data tentang Dusun Sukawening. Beliau bersedia untuk diwawancari bersama para ketua RT dan RW yang sedang berada di Balai Desa. Sebelumnya kami sudah mempersiapkan pedoman wawancara agar wawancara berjalan dengan lancar. Dan akhirnya kami mendapatkan banyak data dari hasil waawancara tersebut, sepulangnya dari kegiatan ini, anggota kelompok saya mendata dan mengklasifikasi data yang perlu dan tidak perlu. Esok harinya kami melengkapi data dengan kembali mewawanca singkat Kepala Dusun 1 Sukawening.
             Di tanggal 11 Juli 2012, beberapa dari kami bertugas untuk ikut berpartisipasi Pawai dalam rangka Hari Ulangtahun Kota Cianjur. Sekitar 9 orang dari kami yang ikut berangkat dalam pawai tersebut. Kegiatannya adalah jalan kaki bersama aparat desa Sukamekar sekitar + 5 Km. Agak sedikit lelah, tapi sangat menyenangkan karena antusias warga sekitar kota Cianjur sangat tinggi. Pada tanggal 17 Juli 2012 saya dan teman-teman KKNM menjalankan program selanjutnya yaitu sosialisasi cuci tangan dan gosok gigi yang baik dan benar di SD Sukatani, dan di SD Sukamekar pada tanggal 18 Juli 2012. Saya benar-benar sangat senang sekali karena respon anak-anak SD sangatlah positif, mereka sangat senang kami datangi dengan cara mengajar yang menyenangkan. Dalam kegiatan ini, saya seperti tidak sedang menjalankan program, tetapi sedang refreshing dengan anak-anak SD yang sangat menggemaskan. Esok harinya, kami seluruh anggota KKNM Desa Sukamekar melakukan munggahan ke Gunung Padang bersama Karang Taruna Desa Sukamekar untuk berjalan-jalan sebelum memasuki bulan ramadhan, kegiatan ini juga seperti refreshing bersama teman-teman.
           Pada tanggal 23 Juli 2012, Kami berpartisipasi dalam program Desa yaitu ‘Penyuluhan Keluarga Harapan’ dimana kami membantu melakukan pendataan bagi keluarga miskin di Desa Sukamekar. Lebih dari 100 peserta yang mengikuti pendataan di Balai Desa. Tetapi ada satu masalah yang lagi-lagi menarik perhatian saya, ada salah satu ketua RW yang meng-komplen karena tidak mendapat undangan untuk warga miskin di daerahnya. Ternyata setelah ditelusuri akar masalahnya adalah ada kurangnya informasi serta kuota yang tidak mencukupi. Dan akhirnya masalah ini dapat diselesaikan dengan kekeluargaan dan tidak menimbulkan konflik.
       Program terakhir adalah datang dari Dosen Pembimbing Lapangan yang ditugaskan kepada kami anggota KKNM Sukamekar dan anggota KKNM Sukalaksana untuk bekerjasama menjadi panitia dalam kegiatan “Penyuluhan dan Bimbingan Tentang Pemberdayaan Ekonomi Melalui Kewirausahaan Masyarakat Desa Sukamekar dan Desa Sukalaksana” dimana sasarannya adalah wirausahawan kelas menengah kebawah yang berada di Desa Sukamekar dan Desa Sukalaksana. Undangan tersebar sekitar 40 buah, dan jumlah wirausahawan yang datang + 28 orang. Dan penyuluhan berjalan lancar seperti yang diharapkan.

:D

Banyak yang berkomentar (walaupun tidak tertulis) tentang postingku "Mencari Bahagia"
mereka yang mengenalku lebih dekat banyak yang bertanya-tanya.
"aku sedang tidak apa-apa, kawan. hanya ingin menulis saja seperti itu." jawabku.

mereka kira aku menulis itu dengan perasaan galau, tetapi tidak. aku biasa sajaaa
aku masih Dea yang selalu merasa senang
dan masih Dea yang selalu berusaha untuk senang jika kondisi sedang tidak memungkinkan
aku bukan orang yang tidak bahagia.

jika mereka mengatakan bahwa bahagia itu sederhana
pasti sekarang aku sudah menjadi orang yang paling kaya
karena semua hal, bisa aku anggap menjadi kebahagiaanku

hidup bebas memilih : bahagia
memiliki orangtua dengan kasih sayang yang berlebih : bahagia
memiliki teman yang selalu membawa sejuta senyum : bahagia
dan lain-lain dan lain-lain

aku dapat menjadikan itu kata bahagia.
lalu sekarang apa?
sekarang aku lebih tahu, bahwa bahagia itu abstrak
kebahagiaan itu abstrak
tergantung bagaimana manusia merasakan dengan pandangan mereka sendiri.

http://soundcloud.com/firstof_dearina


Lagu-lagu sederhana dengan inspirasi yang suka datang begitu saja. Jangan pandang sebelah mata karena lebih banyak lagu cinta. Memang, kurang mempunyai kualitas seperti lagu lainnya. Tetapi masih bisa dinikmati. Selamat mendengarkan, ya ♥

FAILURE

"A human's life is interesting primarily when he has failed, For it's a sign that he tried to surpass himself."
            
                                                                  Georges Clemeneau



Ada sesuatu dalam pernyataan quotes tersebut
yaitu sisi positif dari sebuah kegagalan
memang terdengar terlalu basa-basi
tetapi sebuah kata basa-basi menjadi lebih bermakna jika
kita mampu menerima dan memahami


Memang aku tidak bisa merasakan apa yang mereka rasakan saat gagal 
karena aku tidak ada dalam posisi itu
tetapi aku punya rasa empati yang sangat tinggi
aku ingin ikut di dalamnya, ikut menangis
tapi tidak bisa


Rasa kalut yang mengerubungi 
pasti mengalahkan kata basa-basi yang oranglain keluarkan untuk dirinya
karena itu pasti ada rasa ingin menyendiri
ingin sedikit menarik rotasi waktu dalam hidupnya
untuk dirinya sendiri


Ini menarik
proses saat mereka kalut lalu kembali menjadi tenang
itu memang terlihat sangat sulit
tetapi jika sudah melewatkan itu
kelak kita akan tersenyum untuk itu


Kita sering menyebut itu dengan hal pahit
beberapa dari mereka ada yang melupakan untuk membuka catatan baru
tetapi ada juga mereka yang selalu menyimpannya untuk memori kemudian
kegagalan, hal yang pahit tapi patut kita nikmati




Entah, tapi pasti ada sesuatu yang Tuhan sembunyikan kali ini

Senja Pekat Bulan Desember

                                                                                                             
                                                                                                                 pic by Dearina


Langit oranye sejak setengah jam yang lalu
memori datang kurang ajar tanpa permisi
membuat senja seakan menyediakan layar tancap
yang dapat dinikmati


Tidak sengaja hujan datang melengkapi
sehari kemarin disaat ini aku sedang bahagia
dan sekarang bahagiaku dikali lipat dengan senyum kecil
karena senja pekat ini tentu saja


Tidak bisa kah waktu ini dimajukan setengah jam lagi?
agar pelangi masih terlihat setelah hujan ini
oranye senja, gerimis hujan, datangnya memori, indah pelangi
apa yang lebih lengkap dari pemandangan ini?
katakan padaku, dan aku akan membawanya kedalam mimpi


Catatan yang tertinggal
05/12/2011

life!

ada yang di atas, ada di bawah
ada di posisi tertinggi, ada pula yang terendah
menghargai, meremehkan
meninggikan, kemudian menjatuhkan
diharapkan, kemudian dilupakan
mendukung, melepaskan


itulah kehidupan. dinamis. banyak jalan, tetapi tidak banyak pilihan.



HARI

Hello World, Selamat Malam!


Tak ada apa-apa
hanya ingin sekedar menyapa
secangkir teh panas menemani
hari ini benar-benar pusing


Hari kemarin, ada satu lirik lagi yang sudah tercipta
yang diminta dari orang terdekat untuk orang terdekatnya
cukup manis.


Hari ini, hari mengkode sedunia
setelah mengeluarkan sandi, jadi malu sendiri
dan tidak tahu harus apa 
haha, bodoh


Hari esok? who knows
siapa tahu dosen mengeluarkan segudang pertanyaan
dari literatur yang telah ditugaskan untuk dibaca malam ini
jika ditanya, saya pasti akan curhat dengan berbagai alasan
tetapi bisa saja, akan terjawab semampunya


waktu makin larut, dan jam kuliah makin dekat
mungkin aku harus tidur untuk menghilangkan pening
doa sebelum tidur yang tidak pernah berubah,
semoga hari esok berjalan baik-baik saja dan apa adanya :)

Pagi yang Tidak Meyakinkan

Beranjak bangun
Memutar musik


Lagu pertama pagi ini adalah Bad English - When I See You Smile


cukup membuat gairah pada awal pagi ini


" when i see you smile.. "
senyum mu, dan kapan pun aku melihatnya
" i can face the world "
dengan hanya satu senyuman, aku bisa menghadapi dunia, hanya dengan senyuman.
semudah itu kah?
" you know i can do anything "
aku memang bisa melakukan apapun, semampuku. tapi apakah kau benar-benar tahu?
" when i see you smile "
" i see a ray of light "
" i see it shining right trough the rain " 
senyummu, membawa cahaya yang bersinar. aku tidak yakin.


tapi,
itu hanya keraguanku saja :)


Sometimes I wanna give up 
I wanna give in, 
I wanna quit the fight 
And then I see you, baby 
And everything's alright, 
everything's alright  



senyum memang tidak meyakinkan, tapi kehadiranlah yang mempengaruhi
tiada senyum tanpa kehadiran
memang masih bisa diingat, tetapi seseorang yang berada, disini, untuk membuat seseorang lain yakin, itu lebih berarti.


Mungkin, yang lebih tepat adalah, when i see you and your smile, i can face the world.




inspired by SalaMatahari & Diane Warren ;)





Berita Duka Cita dari Sang Suka Cita

Baru tengah malam tadi kagumku terasa karena hari ini banyak IBU yang berulang tahun
Tidak hanya satu teman, tetapi teman-teman yang lainnya
Itu berarti bahwa Tuhan banyak menciptakan wanita hebat pada tanggal di hari ini


Tapi di hari ini pula kami kehilangan satu wanita hebat yang diciptakan Tuhan
Berita duka cita yang datang dari wanita yang selalu bersuka cita
Ia ramah, sangat murah senyum
Ia selalu membanggakan anak-anaknya dengan lantang
Ia yang terbaik yang disayang oleh Tuhan untuk kembali padaNya


07.40
karena Pendarahan Pada Otak


Selamat jalan Bude kami tercinta dan terbaik
Semoga selalu tenang disana
Kami disini selalu mendoakanmu


Salam sayang untukmu, Bude Tatiek

RINDU KEMAYU

Sejuk tengah malam hari
Seperti hujan yang sering berbisik
Seperti rindu yang sedikit mengintip 


Mereka malu-malu
Tiada haru biru 
Dan aku tidak bisa berlalu


DEAR :)

...Dreams Are Food

Hujan Jatinangor tidak henti berbisik bulan ini
kadang membawa kesenangan tapi kadang juga tidak
aku mengalami flu karena nya

pagi-pagi sekali aku sudah dibangunkan oleh temanku
untuk membantu menambahkan garis mata pada dandanannya agar terlihat cantik

berbicara soal cantik, mimpiku semalam sangatlah cantik
mimpi itu terbawa karena sebelumnya ada temanku yang bertanya soal bahan skripsi
aku menjawabnya dengan senyum dan lalu menyembunyikannya
karena aku tidak yakin, ia memaksaku untuk memberitahukannya
dan aku masih tetap tidak mau

memang terlalu jauh sudah berbicara tentang skripsi sedari sekarang
karena perjalanan masih agak panjang untuk mencapai tahap itu
tetapi karena kemauan ku lah yang mendorongku untuk memulai
kadang, hanya memulai saja sulit

kembali ke mimpi
aku melihat jalanku untuk menyusun itu sangatlah lancar 
tapi di mimpiku itu bahkan aku tak kenal siapa dosen pembimbingku
dan sepertinya itu juga bukan kampus unpad
lalu dimana? benar-benar sangat random

berharap mimpi itu pertanda baik untuk kedepannya
atau kelak jalan itu akan berubah menjadi berliku dan sangat sulit
who knows
apapun dan bagaimanapun kelak aku siap untuk menjalaninya
mental itu perlu sebagai dasar kemauan
dan aku mulai untuk mengasah mental dari sekarang

semoga semua berjalan baik
berkat dorongan orang-orang terdekat yang mendukung
bukan malah menjatuhkan dan menyepelekan aku
semoga mereka yang menyepelekan memiliki hasil yang bagus
tapi tak lebih bagus dariku ha ha

hush tidak baik berfikir seperti itu
pasti semua orang memiliki nasib yang sama
tapi kadang ada yang mau berbagi ada pula yang disimpan sendiri
kalau aku ingin berbagi itu karena aku ingin mendapat saran-saran baru
karena pasti aku tidak bisa bekerja sendirian

kembali ke semoga
kembali ke segala harapan
semoga semua terwujud
Amin

Dears:)

Pages

Powered by Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

About Me

Blog Archive