Dea, Ada Apa?
"Ada apa, De? Kamu kenapa?" terus dan terus berbicara sendiri sejak kemarin. Aku ingin ketenangan Tuhan.. pintaku. kembali lagi berbisik, "Tuhan sudah memberi itu semua, kamu dalam satu ruang yang sejuk dan tenang yang di namakan rumah..". Kemudian hening. Mencoba kembali merasakan apa aku benar-benar sudah tenang. Ku coba lagi untuk memulai satu kegiatan, kegiatan yang aku suka. Menulis. Oke baik, kalimat pertama ku tulis, kemudian aku bertemu titik, dan.... hilang lagi. hilang lagi semua yang ingin aku tulis. Akhirnya lagi-lagi aku hapus kalimat pertama tersebut. Sejak kemarin selalu seperti ini, bila dihitung kurang lebih ada 7 kalimat pertama yang tidak jadi aku tulis. Hening kembali."Ada apa sih, De?" bisikan ada lagi, kali ini memberi penekanan pada kata "sih".
Rasanya ingin menjawab dengan berteriak agar mereka cepat pergi, tapi mencoba pun aku enggan. Jadi aku mencoba membalas bisikan mereka, dengan suara sekeras angin. "Aku tidak tahu, tapi aku akan memastikan diriku baik-baik saja. tetap disini, tetap selalu mengingatkanku jika aku sudah tidak bisa berpikir" tidak ada jawaban. "hai, kamu dimana?" tanyaku lagi. Tetap tidak ada jawaban. Mereka pergi, bisikan-bisikan itu pergi. Apa yang sebenarnya mereka inginkan?
"Kami hanya ingin membatasi perasaan mu saat ini. sebuah perasaan yang berhubungan dengan beberapa emosional, senang, senang sekali, sedih, sedih sekali, dan jenuh. Kau sedang merasakan itu semua dalam satuan waktu yang terus menerus. Nikmatilah sekejap lalu kembali bersenang-senang. Jangan terlalu larut karena semua yang kau lihat pasti yang tidak kau sukai" Aku hanya menjawab, "Ya."
Aku jalani. Lalu semua baik-baik saja. Walaupun masih samar-samar pertanyaan itu datang, entah sampai kapan. Tapi aku harap menit selanjutnya setelah ini, aku tidak lagi mendengarnya.
2:57 PM | | 0 Comments
Kertas Perahu dan Gelombang Hidup
Pagi ini battrey-ku hanya naik 3 kotak. Tidurku tidak maksimal padahal jam tidur lebih. Aku gagal bangun pagi hari ini, pagi menurut peraturan Ibu ku adalah sebelum jam 7 pagi. peraturan itu dibuat 15 tahun yang lalu saat aku SD, tapi aku baru mematuhinya mulai dari seminggu yang lalu. sepenting itukah bangun pagi? dikala malam terhampar banyak kesenangan.
Beranjak mandi, karena aku pikir muka kusutku ini harus dicuci. tapi ternyata tidak ada perubahan, mataku masih berat dan badanku masih lemas. membuka laptop untuk mengecek segala "tugas" yang berhamburan saat liburan ini. aku tidak semangat. dan kembali menutupnya.
dua hari yang lalu...
aku mengambil ponsel, sudah ada beberapa pesan masuk lalu aku membalasnya. hampir semua temanku, salah satu pesan diantaranya adalah diawali dengan "wah", "ciee", "bagus nih" lalu di sambung dengan "jam tidur sudah mulai terkendali" aku hanya tersenyum membacanya. ah, mereka hanya basa basi. padahal mereka juga seperti itu.
hari ini...
kembali mengambil ponsel, membaca beberapa pesan. lalu membalasnya. beberapa menit kemudian, ada beberapa balasan lagi, "hmm?" aku bergumam. ini aku yang sedang mengantuk, atau memang mereka yang agak tidak jelas membalas pesan, aku mencoba membaca lagi, masih tidak mengerti. aku hiraukan, lalu aku kembali ke laptopku, aku membuka googlebooks yang berisikan novel, Perahu Kertas. Novel karya Dewi Lestari yang baru-baru ini dijadikan Film karya Hanung Bramantyo. kemarin sore aku baru menonton itu, satu komentar tentang film tersebut "Awesome movie, with a good script!" mungkin aku terlalu sok tau untuk berbicara seperti itu, tapi beberapa bulan belakangan ini, aku tertarik dengan mereka yang bisa menghasilkan tulisan dengan segala imajinasi liar mereka. imajinasi memang tidak terbatas, 'bahkan pikiran kita bisa menjadi sutradara bagi imajinasi itu sendiri' kata seorang teman.
Newbreeze mungkin sering menyebut kata Salamatahari, itu adalah salah satu web yang diciptakan oleh satu penulis yang mempunyai dunia khayal yang hebat, dan mereka bisa menata itu semua dengan apik. Sundea. aku kagum dengannya. sama kagumnya dengan Dewi Lestari. banyak karya-karya mereka yang sangat mendapat apresiasi tinggi oleh masyarakat. oke, kembali ke membaca...
hanya sampai halaman 89, bagian ke-11. halaman-halaman selanjutnya tidak ditampilkan lagi. pasti mereka memaksakan untuk membeli novel aslinya hahaha. aku lupa waktu saat membacanya, memahami kata demi kata. karena aku tidak hobi membaca, dan sekalinya membaca harus dengan serius.
Cerita singkat dibelakang sampul menggambarkan cerita ini ada tentang 2 orang anak adam dan hawa yang mempunyai kepribadian dan keahlian masing-masing dan mereka suka sama suka. tetapi, jika boleh menyertakan pendapat, aku tidak melihat seperti itu.
Disini aku hanya melihat Kugy, Kugy dengan keunikannya, Kugy dengan imajinasinya, Kugy dengan segala daya khayalnya, Kugy dan hidupnya. ini kehidupan Kugy, Keenan dan yang lainnya hanya pemanis kehidupan Kugy. kenapa pemanis, karena jika melihat hidup Kugy dari luar memang sangat terkesan aneh, tetapi sangat menakjubkan jika kita menjadi Kugy sendiri. tetapi memang, susah bagi Kugy atau orang-orang lain seperti Kugy untuk menggambarkan hidupnya, hanya bisa menceritakan sepotong-sepotong agar tidak membosankan jika sudah tersangkut dengan dunia khayalnya. aku yakin dunia "inside" itu sangat indah, apapun dijadikan kesenangan. dan pemanis-pemanis yang tadi aku bilang, itu sebagai coretan kesenangan dari bagian luar.
Setelah selesai menonton film ini, aku berkali-kali berkata kepada temanku
"aku ingin jadi Kugy..."
bukan Kugy dengan segala dunia khayal yang dianggap orang aneh itu.
tetapi dengan hidupnya yang menikmati segala proses, dan lalu membuahkan hasil
"pilihannya mengambil jurusan sastra adalah buah dari cita-citanya yang ingin menjadi penulis dongeng. pilihannya hidup di kota lain adalah buah dari khayalannya untuk hidup mandiri. Diluar dari perilakunya yang serba spontan, Kugy merencakan dengan matang perjalanan hidupnya. Ia tahu alasan dibalik semua langkahnya, dan benar-benar serius menangi impiannya" -sepotong kalimat yang ada di dalam novel
Aku ingin itu, ingin memulai semuanya kemudian menata dengan apik apa yang menjadi mimpiku.
Tapi apa? bahkan aku tidak tahu apa mimpiku.
Hanya membahagiakan orangtua, dan itu terlalu luas. tidak mengerucut.
Tetapi aku tetap optimis, tidak ada yang terlambat, aku bisa memulai semuanya secara serius
Mematangkan apa yang sedang aku jalani.
Antropologi. bukan pilihanku. entah pilihan siapa. bahkan aku tidak tahu apa definisi dari Antropologi itu sendiri sampai akhirnya aku mengikuti test masuk kuliah.
aku terus menjalaninya, kali ini benar-benar mengikuti air mengalir.
aku diarahkan untuk ini, karena Ayahku mencontoh para Om dan Tante ku yang sebagai Sarjana Antropologi. Okay, cukup masuk akal.
keinginanku sejak dulu adalah jurusan Seni Musik di Universitas Negeri Jakarta, dan lalu menjadi guru musik. cukup. cukup baik bagiku, karena aku ingin mewujudkan cita-cita ku sedari kecil itu. karena kata Mario Teguh, "orang sukses seutuhnya adalah orang-orang yang mempunyai cita-cita sewaktu kecil, dan benar-benar terwujud dikemudian hari"
maaf Pak Mario, aku tidak bisa menjadi orang sukses seutuhnya.
tapi aku berjanji akan mewujudkan mimpiku yang tadi sudah aku sebutkan
Dengan jalan yang sudah terhampar sekarang ini.
Dengan kebiasaan-kebiasaan klasik yang sedikit-sedikit mulai aku rubah seperti yang tadi aku ceritakan.
Aku hanya tinggal menjalani, dan menikmati segala prosesnya dengan kemampuanku.
Aku ingin sekali berkata "tidak perlu menjadi orang lain untuk mendapatkan itu semua"
Tapi aku tidak ingin munafik, aku ingin menjadi mereka, mereka yang menjalani apa yang mereka sukai dan lalu membuahkan hasil atas perjalanan mereka.
Ingin, tapi hanya sebatas keinginan.
solusinya adalah, berusahalah untuk menyukai apa yang kamu jalani. itu kuncinya.
oke, ini adalah catatanku untuk diriku sendiri. seperti paradox, tapi memang iya.
ini lah yang sedang aku butuhkan, motivasi-motivasi kecil yang datang dari luar dan dari dalam.
karena setelah ini, aku akan menjalani sesi yang menurutku berat.
jika setelah ini ada tulisan yang mirip dengan ini, tetapi lebih ceria, berarti aku sudah berhasil melewatinya.
:*
5:19 PM | | 0 Comments
Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Desa Sukamekar
KKNM Unpad adalah singkatan dari Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Universitas Padjajaran dan merupakan program Universitas yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa/i yang sedang menempuh perkuliahan di Universitas Padjajaran tersebut. Program ini mempunyai tujuan agar mahasiswa/i dapat kuliah secara nyata dan turun ke lapangan secara langsung dan dapat mengetahui bagaimana medan yang sebenarnya di luar kelas. Kegiatan ini dilaksanakan selama 1 bulan penuh dengan beberapa peraturan yang sedikit mengikat agar mahasiswa/i tersebut bisa menjalaninya secara disiplin serta penuh tanggung jawab.
Saya merupakan salah satu peserta KKNM yang berasal dari jurusan Antropologi Fisip Unpad dari 21 anggota KKNM yang lain yang terpilih untuk melaksanakan kegiatan ini di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kami terdiri dari fakultas yang berbeda-beda, yaitu FPIK, FISIP, FIB, FKEDOKTERAN, FIKOM. Tetapi dengan perbedaan ini kami jadi bisa bersatu untuk menerima segala kekurangan dan kelebihan yang kami miliki.
Jika saya menjadi warga Sukamekar pertama-tama saya akan bercerita bagaimana proses hidup bersama warga Ciawi Tali di Desa Sukamekar tersebut. Pada hari pertama keberangkatan tanggal 2 Juli 2012 saya beserta anggota KKNM yang lain berangkat ke tempat tujuan dengan segala persiapan yang telah disiapkan jauh-jauh hari. Jumlah kami ada 21 anggota dengan 1 koordinator desa yang akan mengarahkan kami selama satu bulan di Desa Sukamekar. Sesampainya kami di kecamatan Sukanagara kami disambut oleh kepala camat dan aparat kecamatan yang lainnya. Mereka dengan senang hati menerima kami untuk menjalankan program universitas di Desa ini. Setelah itu kami kembali menuju tempat tinggal masing-masing yang telah ditentukan.
Di Desa Sukamekar ini kami memilih Ciawi Tali sebagai tempat tinggal kami bersama, rumah sederhana yang dapat ditinggali oleh 8 mahasiswi dan 13 mahasiswa, saat kami sampai kami disambut dengan senyuman-senyuman manis para warga sekitar yang sepertinya sudah menunggu kedatangan kami sejak lama. Ciawi Tali dalam sejarahnya adalah daerah yang dihuni oleh warga-warga yang mempunyai ikatan keluarga satu dengan lainnya, karena itu tidak heran mereka mempunyai karakter wajah yang setipe. Warga Ciawi Tali mayoritas beragama islam karena itu agama di daerah ini juga sangat kuat pengaruhnya, karena disini terdapat madrasah yang dikelola oleh warga sekitar itu sendiri. Mereka dengan rajin membuat jadwal mengaji bersama disetiap minggunya dan diikuti oleh semua kalangan dari tua maupun muda. Hal itu sangat berpengaruh pada kami yang juga mayoritas beragama islam, awal kami datang dan tahu bagaimana kegiatan keagamaan disini kami mulai merasa nyaman, apalagi kami akan dihadapkan dengan bulan suci ramadhan yang akan datang.
Pada hari pertama, kami mempunyai kegiatan untuk datang ke Kantor Desa dan mengikuti proses Pelelangan PNPM (Program Nasional Pengembangan Masyarakat) mandiri. Tujuan dari pelelangan ini adalah pemberdayaan sumber daya yang ada yaitu Laster dan bahan pabrikasi untuk kebutuhan sarana pelengkap pembangunan jalan yang sekarang sedang berjalan, serta pembangunan gedung posyandu di beberapa tempat. Pelelangan ini diikuti oleh warga Sukamekar dan Sindang Sari. Pelelangan ini termasuk tahapan proses pembangunan sarana fisik yang berguna sebagai alternatif terbaik untuk memenuhi kebutuhan. Pelelangan ini bersifat lebih terbuka, karena pada awal kegiatan ini ada beberapa perjanjian dan peraturan yang telah disepakati oleh seluruh peserta yang mengikuti kegiatan lelang tersebut.
Pada hari keempat tanggal 5 Juli 2012, saya mengikuti kegiatan yang dijalankan oleh warga sekitar, yaitu membaca Al-Qur’an bersama dalam rangka Nisfu Sya’ban kegiatan ini dilaksanakan sekitar jam 20.00, dan diikuti oleh + 20 anggota dari berbagai kalangan. Dari kegiatan tersebut, saya bisa sedikit lebih mengenal ibu-ibu pengajian yang berada di Ciawi Tali. Selain itu saya juga punya kesenangan tersendiri, karena Nisfu Sya’ban sebelumnya saya hanya menjalankan sendiri dan atau keluarga jika sedang dirumah, tapi kali ini bisa bersama-sama.
Hari kelima tepatnya 6 Juli 2012 saya bertugas untuk mengunjungi posyandu bersama beberapa anggota kelompok yang lain, Posyandu Mekarsari yang berada di Legok Empang, tempatnya agak jauh dari tempat tinggal kami dan tidak ada kendaraan untuk menuju kesana, dan kami mencoba untuk tepat waktu dan berangkat lebih awal dari biasanya. Sesampainya kami disana, kami disambut oleh beberapa kader posyandu Program mereka setiap bulannya adalah imunisasi serta pendataan tinggi dan berat badan anak-anak kecil yang berada Dusun tersebut. Selain itu mereka juga melakukan pemeriksaan bagi ibu hamil dan menyusui agar perkembangan anak mereka berjalan baik. Saat kegiatan dimulai kami mencari informasi yang ada di posyandu itu sendiri. Ada satu isu yang sedang hangat diperbincangkan dan ini menarik perhatian saya, yaitu ada satu warga yang berumur sekitar 19 tahun dan telah menikah, Ia mengandung bayi sekitar 3 bulan yang lalu,satu bulan pertama saat diperiksa memakai testpack dan mendatangi bidan untuk melakukan pemeriksaan, bayi dalam kandungan masih ada dan sehat, tetapi setelah beberapa minggu setelah itu, perut sang ibu kembali mengempes dan setelah diperiksa kembali ternyata tidak ada tanda-tanda kehidupan bayi di perut sang ibu, “bayinya hilang, diperkirakan itu bukan hamil, tapi penyakit” tutur salah satu kader yang sedang kami wawancarai untuk mencari informasi.
Saya mencoba untuk mendekati sang ibu, dan sangat berhati-hati untuk bertanya tentang hal tersebut, karena takut Ia tersinggung atau semacamnya yang membuat pertemuan pertama menjadi kurang enak. Ia bercerita bahwa memang benar seperti itu, tetapi beberapa minggu kemudian saat di periksakan memakai testpack dan mendatangi bidan, bayi itu kembali lagi terasa detak jantungnya, Ia mengatakan selama proses itu saya merasa mual selama 3 minggu. Dan setelah itu mengalami pendarahan sampai tidak bisa keluar rumah sama sekali akibat lemas yang berkepanjangan hal ini terjadi karena Ia mengikuti KB, pil KB yang menurutnya tidak cocok menjadi sebab Ia mengalami pendarahan, disini dokter hanya memberikan obat untuk menghentikan pendarahan. Setelah itu, kejadian ini kembali terulang. Sampai akhirnya dari pihak dokter maupun kader hanya dapat membantu memeriksa tetapi tidak berani untuk mendiagnosa. Informasi terakhir, detak jantung bayi kembali ada lagi dalam perut sang ibu. Seselesainya Ia bercerita panjang lebar, proses pemeriksaan Ibu hamil dimulai, dalam proses ini kami juga memberikan penyuluhan kesehatan tentang ibu hamil dan balita, respon mereka terlihat biasa saja, karena ternyata sebelum ini mereka mendapatkan penyuluhan langsung dari ahli gizi, tetapi perhatian mereka tetap tinggi kepada kami yang mencoba memberikan penyuluhan. Anggota posyandu Mekarsari adalah semua ibu-ibu hamil dan menyusui yang berada di daerah Mekarsari yang terdiri dari 2 RT tersebut, antusiasme mereka untuk datang ke posyandu sangat tinggi karena mereka merasa posyandu sangat membantu mereka dan perkembangan anak-anak mereka.
Tanggal 7 Juli 2012, warga Sukamekar melaksanakan kegiatan RAKORNAS (Rapat Koordinasi Nasional) di Balai Desa Sukamekar. Kami diundang untuk pengenalan anggota KKNM kepada aparat Balai Desa yang sedang berkumpul dalam kegiatan tersebut. Pengenalan dimulai dari Koordinator Desa (Kordes) kami sebagai perwakilan, setelah itu pengenalan individu. Dalam kesempatan ini saya bersama anggota kelompok pemetaan Dusun Sukawening (salah satu dusun yang berada di
Desa Sukamekar) untuk mencoba berbicara kepada kepala Dusun yang sedang ada di tempat agar bisa kami wawancarai untuk mencari data tentang Dusun Sukawening. Beliau bersedia untuk diwawancari bersama para ketua RT dan RW yang sedang berada di Balai Desa. Sebelumnya kami sudah mempersiapkan pedoman wawancara agar wawancara berjalan dengan lancar. Dan akhirnya kami mendapatkan banyak data dari hasil waawancara tersebut, sepulangnya dari kegiatan ini, anggota kelompok saya mendata dan mengklasifikasi data yang perlu dan tidak perlu. Esok harinya kami melengkapi data dengan kembali mewawanca singkat Kepala Dusun 1 Sukawening.
Di tanggal 11 Juli 2012, beberapa dari kami bertugas untuk ikut berpartisipasi Pawai dalam rangka Hari Ulangtahun Kota Cianjur. Sekitar 9 orang dari kami yang ikut berangkat dalam pawai tersebut. Kegiatannya adalah jalan kaki bersama aparat desa Sukamekar sekitar + 5 Km. Agak sedikit lelah, tapi sangat menyenangkan karena antusias warga sekitar kota Cianjur sangat tinggi. Pada tanggal 17 Juli 2012 saya dan teman-teman KKNM menjalankan program selanjutnya yaitu sosialisasi cuci tangan dan gosok gigi yang baik dan benar di SD Sukatani, dan di SD Sukamekar pada tanggal 18 Juli 2012. Saya benar-benar sangat senang sekali karena respon anak-anak SD sangatlah positif, mereka sangat senang kami datangi dengan cara mengajar yang menyenangkan. Dalam kegiatan ini, saya seperti tidak sedang menjalankan program, tetapi sedang refreshing dengan anak-anak SD yang sangat menggemaskan. Esok harinya, kami seluruh anggota KKNM Desa Sukamekar melakukan munggahan ke Gunung Padang bersama Karang Taruna Desa Sukamekar untuk berjalan-jalan sebelum memasuki bulan ramadhan, kegiatan ini juga seperti refreshing bersama teman-teman.
Pada tanggal 23 Juli 2012, Kami berpartisipasi dalam program Desa yaitu ‘Penyuluhan Keluarga Harapan’ dimana kami membantu melakukan pendataan bagi keluarga miskin di Desa Sukamekar. Lebih dari 100 peserta yang mengikuti pendataan di Balai Desa. Tetapi ada satu masalah yang lagi-lagi menarik perhatian saya, ada salah satu ketua RW yang meng-komplen karena tidak mendapat undangan untuk warga miskin di daerahnya. Ternyata setelah ditelusuri akar masalahnya adalah ada kurangnya informasi serta kuota yang tidak mencukupi. Dan akhirnya masalah ini dapat diselesaikan dengan kekeluargaan dan tidak menimbulkan konflik.
Program terakhir adalah datang dari Dosen Pembimbing Lapangan yang ditugaskan kepada kami anggota KKNM Sukamekar dan anggota KKNM Sukalaksana untuk bekerjasama menjadi panitia dalam kegiatan “Penyuluhan dan Bimbingan Tentang Pemberdayaan Ekonomi Melalui Kewirausahaan Masyarakat Desa Sukamekar dan Desa Sukalaksana” dimana sasarannya adalah wirausahawan kelas menengah kebawah yang berada di Desa Sukamekar dan Desa Sukalaksana. Undangan tersebar sekitar 40 buah, dan jumlah wirausahawan yang datang + 28 orang. Dan penyuluhan berjalan lancar seperti yang diharapkan.
11:13 PM | | 2 Comments
:D
Banyak yang berkomentar (walaupun tidak tertulis) tentang postingku "Mencari Bahagia"
mereka yang mengenalku lebih dekat banyak yang bertanya-tanya.
"aku sedang tidak apa-apa, kawan. hanya ingin menulis saja seperti itu." jawabku.
mereka kira aku menulis itu dengan perasaan galau, tetapi tidak. aku biasa sajaaa
aku masih Dea yang selalu merasa senang
dan masih Dea yang selalu berusaha untuk senang jika kondisi sedang tidak memungkinkan
aku bukan orang yang tidak bahagia.
jika mereka mengatakan bahwa bahagia itu sederhana
pasti sekarang aku sudah menjadi orang yang paling kaya
karena semua hal, bisa aku anggap menjadi kebahagiaanku
hidup bebas memilih : bahagia
memiliki orangtua dengan kasih sayang yang berlebih : bahagia
memiliki teman yang selalu membawa sejuta senyum : bahagia
dan lain-lain dan lain-lain
aku dapat menjadikan itu kata bahagia.
lalu sekarang apa?
sekarang aku lebih tahu, bahwa bahagia itu abstrak
kebahagiaan itu abstrak
tergantung bagaimana manusia merasakan dengan pandangan mereka sendiri.
mereka yang mengenalku lebih dekat banyak yang bertanya-tanya.
"aku sedang tidak apa-apa, kawan. hanya ingin menulis saja seperti itu." jawabku.
mereka kira aku menulis itu dengan perasaan galau, tetapi tidak. aku biasa sajaaa
aku masih Dea yang selalu merasa senang
dan masih Dea yang selalu berusaha untuk senang jika kondisi sedang tidak memungkinkan
aku bukan orang yang tidak bahagia.
jika mereka mengatakan bahwa bahagia itu sederhana
pasti sekarang aku sudah menjadi orang yang paling kaya
karena semua hal, bisa aku anggap menjadi kebahagiaanku
hidup bebas memilih : bahagia
memiliki orangtua dengan kasih sayang yang berlebih : bahagia
memiliki teman yang selalu membawa sejuta senyum : bahagia
dan lain-lain dan lain-lain
aku dapat menjadikan itu kata bahagia.
lalu sekarang apa?
sekarang aku lebih tahu, bahwa bahagia itu abstrak
kebahagiaan itu abstrak
tergantung bagaimana manusia merasakan dengan pandangan mereka sendiri.
11:09 PM | | 0 Comments
Subscribe to:
Comments (Atom)
Pages
Powered by Blogger.
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "