Di Malam Hari, Menuju Pagi
Aku sering tersenyum sendiri belakangan ini.
Menikmati hidup yang selama
ini menjadi angan-angan.
Angan-anganku sederhana, aku
bisa menari dengan senyum terkembang, mempunyai banyak kegiatan yang
menyibukkan, ditemani teman-teman yang sangat perhatian.
Aku sangat mensyukuri ini :)
Tetapi, di satu waktu
ditengah lamunanku,
tiba-tiba mataku sering buram
karena air yang datang dari sela-sela mataku secara tiba-tiba.
Aku berkaca-kaca menahan
tangis
Entah, tapi kali ini aku
memang sedang dalam banyak tekanan.
Aku mencoba rileks, tapi
tetap tidak bisa menghindari, dan aku pun tidak mau menghindari, karena mau
tidak mau aku harus menghadapi.
Sederhana, jalani saja.
Semenit yang lalu aku baru
selesai membaca satu buku, buku cerita, cerita tentang perjalanan seorang
musisi yang mendapatkan masalah kemudian bisa menjalani, lalu keluar dari
masalah itu.
Banyak kata dalam kepalaku
yang sangat ingin aku sampaikan setelah membaca cerita itu, tetapi karena
terlalu banyak dan acak-acakan, aku tidak bisa menulisnya. Mungkin
nanti, saat kata itu tersusun rapi dalam kepalaku.
Lagi-lagi aku memutar otak
menuju angan-angan.
Aku merasakan bahwa 'moment'
sesaat setelah lepas dari masalah itu adalah waktu-waktu yang paling
membahagiakan, waktu-waktu yang patut untuk disyukuri. Waktu-waktu saat alam
semesta ikut tersenyum seraya mendukung.
Aku berkaca-kaca lagi kali
ini.
Entah apa yang aku pikirkan
saat menulis ini.
Jatinangor, 2 September 2012,
Dini Hari, Ditengah teman-teman tersayang sedang terlelap.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Pages
Powered by Blogger.
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "
0 comments:
Post a Comment