конечно

Percakapan awal adalah masih tentang Tuhan dan Angin.
Kami sangat berterimakasih kepada keduanya karena telah mempertemukan kami. 
Ingat?

Mungkin nanti akan bertambah lebih banyak sesuai versi masing-masing.
Disini masih mencoba untuk membereskan diri sendiri.
Sebelum akhirnya betul-betul dipertemukan dengan segala perbedaan tersebut.
Bagaimana disana?
Tanpa ditanyapun, yakin bahwa waktu akan menjawab semua. 

?

Apa lagi yang ingin kutulis? hanya tanda tanya.

"Apa kabar?"
"Sedang apa?"


Banyak pertanyaan, tidak ada jawaban.
Seperti 'halo' pada telepon yang terputus.

Kesederhanaan


"Jarang orang mau mengakui, kesederhanaan adalah kekayaan yang terbesar di dunia ini: suatu karunia alam. Dan yang terpenting diatas segala-galanya ialah keberaniannya. Kesederhanaan adalah kejujuran, dan keberanian adalah ketulusan."

- Pramoedya Ananta Toer

List(en)

Terkadang, membaca adalah kunci untuk kau mengetahui semua.
tetapi, mendengarkan adalah cara yang sama serta lebih mudah agar kau bisa mengerti semua hal
mendengarkan adalah sebuah kata kerja yang memiliki arti memasang telinga baik-baik untuk mendengar
jika kita tahu, memang sepertinya sepele

Tetapi jauh di dalam itu, terdapat makna yang mungkin tidak kita pahami
orang-orang lebih senang berbicara banyak daripada mendengarkan

Tetapi ada juga orang yang lebih dulu memilih untuk mendengarkan "siapa" yang berbicara
daripada apa yang "dibicarakan"

Mendengar adalah sesuatu yang seharusnya tertanam dalam diri kita sejak kecil
dengan mendengar, kita bisa mencerna perkataan, memahami, kemudian mengerti
karena dengan hanya didengarkan, seseorang sangat merasa dihargai

Mulailah mendengarkan,
dari hal terkecil yang ada disekeliling kita. apapun.

Dan dengarkan
jika ingin didengar



Untuk Anda yang sangat sulit untuk "mendengar" kami. Kami bisa mengerti karena mendengar Anda, 
tetapi kami tidak bisa mengerti kenapa Anda tidak ingin 'mendengar'? -

Unsaid

2 hal yang seharusnya menjadi tanggungjawab, sudah terabaikan...
Terimakasih malas, kamu datang diwaktu yang tidak tepat untuk datang
Dan terimakasih sakit, sakit yang namanya lebih mirip band metal daripada penyakit : Bleeding Ass \m/

Mungkin ada yang berpikir aku sedang mengerjakan hal lain, tapi tidak kawan. aku hanya duduk diam, berkhayal, menikmati demam, dan terlelap. tidak ada lagi. 
"Kenapa jadi males lagi, De?" Pertanyaan yang sebenarnya tidak bisa dijawab.

Berbagai perasaan negatif menggerayangi. 
Tidak bisa digeser atau dihilangkan.
Perasaan karena tidak ada hasil dari tanggung jawab tersebut.

Ada yang bilang ini wajar.
Malas pasti ada, pasti dateng, tapi tidak boleh terus-terusan.
Mungkin karena sedang lelah, lelah dengan rutinitas
Tapi, RUTINITAS UOPOOOOO???????? -_________-

Maaf, untuk semua panitia dari beberapa acara-acara yang diselenggarakan di bulan ini.
Maaf karena tidak membantu, maaf karena hanya bisa melihat saja kesibukan kalian dari jauh. Dan mendengar kabar-kabar.
Sekali lagi, maaf sekali ya :(

Power Of Pray semoga bekerja. aku mendoakan kalian :*


Cerita KKN (Behind the Scene)

First day of KKN. Satu kata, absurd.
saya Dearina, maju ke dapur pagi-pagi buta dengan niat untuk memberi 20 orang makanan berujung gagal.
masak lauk yang kekurangan bumbu, dan masak nasi yang kekurangan air.
terbentuk lah ocehan NASI KACANG.
dan sadar kalo kurang air itu sangat sangat blunder.
Hari kedua. trauma untuk masak lagi, campur kesel karena dicengin terus.
akhirnya ngambek. hahahahaha. ngambek palsu biar berenti dicengin. dan berhasil! woho!

Dan lalu, berusaha untuk menjalani hari-hari selanjutnya
berusaha untuk melawan kebosanan akibat rutinitas yang itu-itu saja.
berusaha untuk mengenal sifat satu sama lain
dan berusaha untuk menjaga diri, serta menjaga sikap.

dan yang paling penting adalah berusaha untuk melawan malas
ada satu cerita dimana dalam KKN ini untuk berbicara saja aku malas
bukan karena ada sesuatu atau hal lain
tetapi benar-benar malas untuk terlalu repot dan berpartisipasi lebih jauh dalam suatu program
malas ini tidak beralasan, hanya malas saja
karena ini, aku cenderung diam dan mengikuti saja ide-ide mereka

seperti yang diceritakan sebelumnya
di Desa Sukamekar ini kami memilih daerah Ciawi Tali untuk tempat tinggal kami
pertama, aku sangat bersyukur mereka memilih tempat dengan lingkungan yang sangat religius
kedua, aku bersyukur karena mendapatkan teman sekelompok yang soleh dan solehah
bukan berlebihan, tapi karena kondisi seperti ini, aku menjadi lebih rajin menjalani kewajiban beragama


Minggu pertama terlewati...
dengan adaptasi yang biasa saja
dan di cerita ini, saya mencoba untuk memperkenalkan mereka... 

Refa. kordes kami yang bisa dibilang "terpaksa jadi kordes" karena tidak ada lagi yang lain
yang ingin mengajukan diri untuk jadi koordinator desa. :D
dia cukup baik untuk memimpin, tapi sangat kres untuk keseharian hahaha
'kres' disini adalah kata yang diciptakan oleh refa sendiri, dan untuk dirinya sendiri. 

Dania. calon ibu dokter yang lebih cocok jadi atlet catur. karena pembawaannya yang serius dan maskulin. 

Nurul. simple. satu kata untuk menggambarkan nurul serta berjuta keunikannya. suara nya yang khas, mengoroknya yang tiada tanding, dan celotehan "coy" yang menjadi trending topic seantero desa. membuat kami sulit untuk melupakan seorang Nurul. Oh, Nurul...

Denisa. anak gaul yang mudah bergaul dan pintar untuk menggauli. berbadan besar dan mempunyai kadar berbicara 5 tingkat dari manusia normal. tetapi mempunyai tingkat toleransi yang sangat tinggi untuk menjadi seorang buruh rumah tangga. 

Asro. bocah satu jurusan. calon antropolog yang lebih cocok untuk bekerja di PSSI dibagian mengatur jadwal pertandingan. Ia juga lihai untuk menggoreng berbagai jenis makanan. 

Taufan. seorang anak yang sedikit agak sering berubah-ubah. dihari ini Ia terlihat sangat lucu dengan kekonyolannya. hari esok, Ia bisa menjadi seperti ustad yang subhanalloh sekali. hari lusa, Ia bisa menjadi seperti juragan jengkol betawi yang galaknya minta ampun. Ia juga mempunyai gaya andalan foto ter-kece se Sukamekar Jaya. dan mempunyai hobi menghitung daun, karena dia anak reggae sejati. 

Anis. Ibu dokter yang gossipnya diam-diam mempunyai affair dengan anak kepala desa. pintar mengaji serta memasak. Ibu rumah tangga yang sangat bertanggung jawab terhadap anak-anak nya. 

Aldi a.k.a Belida a.k.a Ncek a.k.a Cino. calon teroris yang mempunyai banyak nama samaran. Ia adalah laki-laki cantik yang pintar memasak dan menggambar. hidupnya jauh dari rasa pedas dan kopi. available di malam hari dan invisible di siang hari.

Diwi. bocah dibawah umur yang hobi minum jeruk panas sebelum tidur. penyabar. dan mempunyai teman imajinasi bernama Mini. Mini adalah anggota ke-22 di kelompok KKN kami. Ia bertugas untuk menemani Diwi saat tidur dan saat di bully.

Agung. atlit futsal yang berpotensi menjadi pelawak. dikabarkan mempunyai affair dengan salah satu calon dokter. banyak rahasia dibalik mereka. dan sampai tulisan ini diturunkan mereka masih menjalin silahturahmi dengan sangat baik.

Yuva. Orang kedua yang paling rajin bertanya tentang kesehatan orang lain setelah priyanka. "kamu baik?" mempunyai hobi bermain game hingga larut. dan masih mempertahankan model celana cutbray ditengah model celana agak hipster dan skinny.

Agnes. seorang penyanyi cilik. memiliki tingkat kesetiaan dalam mendengarkan cerita yang lebih tinggi dari anak seusianya. 

Popo a.k.a Apris. seorang sastrawan Sunda yang memiliki jiwa seni tradisional yang tinggi. dikala orang-orang sibuk membeli bahan makanan, Ia sibuk mencari suling. mempunyai hobi mendengarkan alunan gamelan sebelum tidur. 

Sufia. wanita pujaan Denisa, tetapi sayangnya ia tak memuja balik. mempunyai Bunda yang selalu kami tunggu kedatangannya

Nadira. pemuja korea sejati. waktu luangnya dihabiskan dilantai atas untuk menonton film korea. sadar atau tidak, dira seperti orang jatuh cinta kalo lagi nonton korea. eh, tapi kayaknya jatoh cinta beneran deh. beneran ngga sih? yaaa sama orang yang mirip-mirip korea ngga apa-apa lah, yang penting kan jatuh cinta. ;p

Iqbal. mempunyai tensi darah yang hampir sama dengan postur badannya. pemain gitar pro handal. dan cukup tampan kala menjadi imam sholat subuh. 

Babeh dan Irni. pasangan sehidup semati, sedunia dan akhirat, bumi dan mars, bulan dan bintang, sendal swallow kiri dan sendal swallow kanan. pokoknya mereka itu tidak terpisahkan, deh. 

Priyanka. wanita India yang diam-diam mengagumi pak Ustad kami, dan kami baru mengetahuinya saat-saat kesan dan pesan terakhir. semoga bisa berlanjut dikemudian hari :)

Anggi. Paling males komentar sama cewek satu ini. Banyak banget maunya. untung Agung suka. FYI, anggi dapet suntikan semangat skripsi dari Agung berupa bunga. Sweet ya. semoga hati Anggi cepet leleh. semoga kisah mereka bisa dilanjutkan. AMEN.


itulah kelompok KKN kami dengan segala perbedaannya.
Mau tidak mau, suka tidak suka semua harus diterima. 

Ngaliwet. Ada loh salah satu dari mereka yang baru pertama kali makan diatas daun pisang bareng-bareng gini, ayo tebak siapaaa? :)))


Satu jam sebelum berangkat pulang, bersama para orangtua yang sudah bersedia membantu dan me-ngeumong kami selama sebulan. :')





Kembali lagi pada pengalaman sendiri yang menurut saya luar biasa.
awalnya kami menjalankan program sosialisasi Cuci tangan dan Gosok Gigi dengan baik dan benar kepada siswa/siswi SD Sukamekar. kebetulan letaknya tidak jauh dari rumah tinggal kami. i'ts first day i'm teaching. sungguh sangat berterimakasih kepada mereka yang mulutnya komat-kamit yang menyuruh saya untuk tidak begadang. dan alhasil saya cuma tidur 1 setengah jam. dan berdiri depan kelas dengan perasaan ngablu. awal pertemuan lebih mirip aziz gagap daripada seorang mc untuk anak sekolah dasar. 

Saya selalu suka anak kecil, karena menurut saya, anak kecil adalah suatu bibit untuk masa depan kelak. Jika dirawat dengan baik akan menjadi bibit unggul, jika tidak mereka akan menjadi bibit biasa. tetap tumbuh, tetapi biasa. Saya tidak permasalahkan hal itu, yang saya lihat disini adalah pola hubungan guru dengan murid yang ada disekolah ini, guru-guru itu terlihat terlalu galak untuk mendidik. mereka seperti ingin sekali dikatakan "pak guru galak" oleh anak muridnya, dan lalu selalu ditakuti. Bahkan saat kami masuk kelas, Pak guru tersebut tetap menyuruh murid-murid kelas dua tersebut untuk duduk diam dengan bentakan keras. padahal, menurut kami itu tidak masalah, namanya juga anak kecil, anak kecil yang sehat adalah anak kecil yang banyak gerak, dan saat itu kami memang membutuhkan kegaduhan. Menjadi penurut adalah pelajaran yang paling tidak bisa dipisahkan dari seorang anak. Tetapi pasti banyak cara lain yang membuat mereka nyaman, tidak harus dengan membentak atau memarahi mereka. 




Saya belajar akan hal itu, karena dahulu saya bercita-cita sebagai seorang guru. semakin galak seorang guru, semakin banyaklah hujatan-hujatan dan doa-doa kejam yang diberikan oleh murid kepada guru tersebut. Kasian...

Oke, kembali lagi, 
presentasi, bernyanyi, dan belajar bersama berjalan lancar. Mereka seperti ter-refresh oleh sesuatu yang baru. walaupun sosialisasi ini adalah sosialisasi yang mendasar, namun mereka dapat menerimanya, dan semoga juga dapat menerapkannya karena cara penyampaian kami yang menyenangkan.

Sore harinya, saat saya sedang melanjutkan tidur yang tertunda, nama saya dipanggil oleh dua bocah kecil yang tadi kami ajarkan dikelas, mereka memanggil dengan malu-malu "bu dea.. bu dea.." senangnya :) bukan senang karena saya dipanggil ibu, tapi karena mereka masih ingat nama saya dan berusaha untuk mendekatkan diri. saya menghampiri mereka di teras rumah. menanyakan banyak pertanyaan dan mengajak teman-teman satu rumah yang lain untuk bermain bersama. permainan kami sewaktu kecil, yang tidak dimainkan di desa ini, adalah ABC 5 dasar. entah siapa yang menciptakan permainan tersebut, tetapi anak-anak kecil ini sangat senang ketika mereka harus berlomba-lomba berfikir untuk menemukan jawaban. aku terkikik. mungkin dulu, saat aku SD aku juga sesenang ini ya. 

Esok harinya mereka datang lagi, kami main permainan yang sama, dan saya merasa anak-anak ini bosan, tetapi mereka masih ingin bermain dengan kami. Akhirnya saya mengajak teman saya Agnes Theodora, gadis cantik yang memiliki suara bagus. lalu mengajak anak-anak ini bernyanyi. Pada awalnya agnes mengajarkan mereka pelajaran dasar, lalu tangga nada, dan lagu. ada satu lagu favorit saya semasa kecil dan tidak dikenal di desa ini. 'Ambilkan Bulan, Bu' di Desa ini tidak mengenal lagu ini, jadi kami kenalkan mulai dari solmisasi, nada, hingga lirik. mereka sangat senang. selalu menulis apa yang kami, katakan, walaupun tidak semua, karena mereka belum bisa menulis cepat. media kami hanyalah kardus polos yang bisa kami coret-coret seperti papan tulis, dan sebuah gitar untuk mengiringi dan menyamakan suara mereka. 

Di teras rumah, setiap jam 5 sore, selalu seperti itu. banyak orang-orang yang lalu lalang untuk mencari ta'jil, tetapi tidak sungkan untuk mampir melihat anak-anak ini bernyanyi atau hanya sekedar tersenyum yang berarti memberi salam. 


Ini pertemuan sehari sebelum kami pulang, bukan yang terakhir, bukan perpisahan.


Pada hari itu, setelah bernyanyi, kami bertukar cerita, "seneng ngga diajarin sama kita?" Agnes menanyakan itu pada anak-anak. "seneng, soalnya kak dea sama kak agnes itu cantik, pinter nyanyi, suara nya bagus, pinter main musik, pokoknya seneng deh" jawab mereka dengan jawaban yang sama. sambil menangis. iya, sambil menangis. mereka senang kami disini, tapi mereka juga sedih kami ingin pulang esok harinya. Lalu kami juga menceritakan perasaan kami, yang sangat senang bisa berbagi ilmu berbagi lagu dengan adik-adik kecil yang cantik. Agnes mengatakan bahwa Ia senang mengajarkan adik-adik itu karena Ia punya adik kecil. Kalau saya senang, karena saya baru pertama kali mengajarkan anak-anak kecil yang dahulu menjadi cita-cita saya. Lalu kami memberi kenang-kenangan berupa tempat pensil yang bisa mereka gunakan untuk sekolah.

Esok harinya, saat kami bersiap-siap untuk pulang, mereka datang dengan senyum terkembang, memberi dua buah surat untuk kami, untuk kak dea dan kak agnes.

Banyak yang tidak bisa dikatakan disini, hanya kami simpan untuk sekedar cerita kelak. Kami berharap kami akan bertemu lagi dengan kelima adik itu, dan bertemu adik-adik yang lainnya. yang sama menyenangkannya. 



Terimakasih KKNM, Terimakasih Ciawi Tali :) 

Logo yang iseng saya buat, disponsori oleh kasur palembang yang entah punya siapa










Selalu ada kesempatan untuk membentuk pengalaman disetiap moment.
Selalu ada kesempatan untuk menaruh rindu disetiap ruang dan waktu. 
                                         Berterimakasihlah pada kesempatan itu :)

Pages

Powered by Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

About Me

Blog Archive