MEREKA DAN HIDUPKU
minggu pertama kuliah. sudah banyak beban tugas yang harus diselesaikan di waktu depan
ditengah minggu ini aku dipertemukan dengan libur karena tidak ada jadwal
lagi-lagi aku gunakan waktu ini untuk beristirahat
disaat beristirahat, aku banyak berfikir tentang diriku
seperti yang aku lakukan kemarin, aku lebih banyak berfikir
sehingga membuat aku tidak relax menjalani hari
waktu terus berjalan, terus dan terus
dan begitupun aku yang harus terus mengalami perubahan
Ayah ibu ku menuntutku untuk menyelesaikan kuliah dengan cepat
aku tidak bisa menjanjikan itu akan selesai dengan cepat
tetapi aku menjanjikan kepada mereka aku akan selesai tepat pada waktunya
yang paling bisa dipastikan, setiap hal yang aku lakukan berangsur-angsur pasti berlalu
mungkin, tidak lama lagi aku akan melihat dunia kerja yang kata orang-orang
jika kita tidak mempunya skill khusus kita tidak akan bisa bertahan
tetapi semoga jalanku dimudahkan, dengan kemampuan yang apa adanya.
berbicara tentang masa depan, setiap orang pasti akan menikah
dan itu adalah salah satu yang dianjurkan
ibuku sering berwacana tentang hal itu, dan selalu mengingatkan aku untuk hati-hati.
mungkin, karena Ia tidak mau aku yang sebagai anak semata wayangnya
bertemu dengan orang yang tidak menjagaku seperti ibu dan ayahku lakukan
yang sayang padaku seperti mereka lakukan
yang menanggung hidupku seperti yang mereka lakukan
yang melakukan semuanya seperti yang mereka lakukan.
mereka ingin keterjaminan itu agar mereka yakin aku akan hidup bahagia tanpa mereka yang menjagaku, menanggung hidupku, dan segala keterbiasaan yang tidak akan mereka lakukan lagi kelak.
dan aku. apa yang bisa aku lakukan untuk mereka?
kelak aku akan mendapat kerja, dan mendapat uang dari hasil gajiku, dan lalu memberikan barang kesayangan untuk mereka, mengajak mereka makan makanan enak, dan jika ada rejeki lebih aku bisa mengajak mereka pergi haji bersama atau membelikan rumah. seperti yang dilakukan mereka yang sukses dimasa muda diluar sana dan melakukan segala cara untuk membahagiakan orang tua nya. dan para orangtua selalu mengatakan cukup. apapun yang mereka terima selalu mereka katakan cukup. mereka sudah cukup bahagia melihat kita bahagia. melihat kita sukses. tetapi apakah semua itu cukup untuk membalas semua kebahagiaan yang orang tua beri bertahun-tahun selama kita hidup dari lahir hingga sebelum menikah? apakah cukup terbalas?
sekarang,
aku membayangkan ibu ayah ku ada didepanku dengan banyak harapan dihati mereka untukku.
harapan itu hanya untuk aku.
harapan untukku agar bisa meneruskan kuliah dengan sukses, agar ada yang bisa mereka banggakan
agar ada yang bisa mereka ceritakan ke cucu dan cicit mereka saat keduanya sedang berkumpul bersama kelak.
harapan untukku agar bisa hidup bahagia sampai nanti mereka atau aku menutup mata.
semua harapan indah itu pasti akan terwujud. tetapi aku tidak menjanjikan akan berjalan mulus.
Tuhan selalu tau yang terbaik
dan aku tidak berhenti berdoa agar Tuhan memberikan segala yang terbaik itu untuk orangtuaku
aku sayang mereka. dan aku menjalani hidup untuk mereka.
mudahkanlah aku, Tuhan.
Rabu, 22 Feb 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Pages
Powered by Blogger.
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "
0 comments:
Post a Comment