RADHOT : a strong women

Alhamdulillah, dapet 1 lagi inspirasi buat lebih semangat ngejalanin hidup.

kemarin, hari Sabtu, 28 Agustus 2010, ada acara buka puasa bersama keluarga besar dari Mama. semuanya ngumpul, dan pembicara nya diundang dari pasien nya pakde, mantan penderita lupus. ya, LUPUS.
sebelum lebih lanjut ceritanya, mau ngejelasin dulu apa itu penyakit Lupus, Penyakit LUPUS adalah penyakit baru yang mematikan setara dengan kanker. Tidak sedikit pengindap penyakit ini tidak tertolong lagi, di dunia terdeteksi penyandang penyakit Lupus mencapai 5 juta orang, lebih dari 100 ribu kasus baru terjadi setiap tahunnya.

namanya Radhot, wanita keturunan Cina-Batak, lulusan Universitas Parahyangan Bandung, sudah punya 2 orang anak, dan seorang muallaf. iya, MUALLAF.
awal cerita, Dia adalah seorang kristen-katholik yang mempunyai rasa keingin tahuan yang sangat besar terhadap agama islam. cuma dengan pertanyaan-pertanyaan kecil, seperti: "kenapa orang-orang islam kalau ingin masuk mesjid harus ambil wudhu?" , "kenapa setiap masuk kerumah orang atau bertemu orang lain harus mengucapkan assalamualaikum?" dan lain lain.

pelan-pelan Ia mempelajarin tentang Islam, awalnya Ia sering melihat TVRI yang sering menyiarkan sholat taraweh, Ia dengarkan perlahan, dan disitu Ia belajar Al-fatihah. sampai akhirnya Dia hafal, tapi tidak tau artinya.


ada beberapa tahapan perubahan yang Dia lalui, seperti mendekati teman-teman nya yang beragama islam sampai-sampai menyuruh teman-teman nya agar sholat di tempat kos nya agar tau kemana arah kiblat. dan juga Dia mendekati seorang guru ngaji yang pernah dikenalkan kepadanya oleh teman-temannya. Ia mencoba bertanya pada guru ngaji nya apa arti dari surat AlFatihah, dan kemudian mencoba belajar baca AlQuran mulai dari Iqro.
tetapi pada saat Ia mencoba belajar untuk memperdalam Islam, Dia belum memeluk agama Islam, sampai akhirnya, pada saat waktu setelah berbuka puasa, Dia membaca 2 kalimat syahadat.


dua hari kemudian, dia dan guru ngaji nya pergi ke pantai, karena rumah Radhot tidak jauh dari pantai, dan di pantai itu dia ngerasa aneh, dia deg2an, air lautnya diem, sm skali ga ada buih atau ombak, cahaya bulannya mantul lurus sejajar di laut itu, banyak semak2 tp sm skali ga ada angin, bener-bener sepi. sunyi. senyap. nah abis itu guru ngaji nya bilang, "alhamdulillah, ini malem lailatul qadar...."
ada beberapa kata-kata yang waktu itu dia ucapin "kata saya, 'ya Allah, ini bener-bener kado terindah dihidup saya, baru saya masuk islam, saya sudah dipertemukan dengan malam seribu bulan, yaitu malam lailatul qadar...'"


masih inget ceritanya... "beberapa bulan sebelum saya memeluk islam, saya di tetapkan oleh dokter bahwa saya menderita lupus, tetapi saya tetap memaksakan untuk tetap bekerja dan bekerja. sampai akhirnya saya ambruk, benar-benar ambruk..."
"dan setelah 3 minggu saya dirawat dirumah sakit selalu bangga sm prof, krn setiap kali masuk kamar saya yang pertama kali diperiksa adalah kening saya, masih berkerut atau tidak, karna kalau masih berkerut, tandanya belum ikhlas. beliau selalu mengajarkan saya untuk ikhlas, ikhlas dan ikhlas...."


dan ini yang ngebuat gue merinding, masih inget soalnya baru beberapa jam yang lalu, dan bener-bener gue dengerin dengan serius.
"dalam masa penyembuhan saya, saya mengalami 2 kali sakaratul maut, 2 kali di jemput dan 2 kali di interview, saya masih ingat yang pertama itu satu malaikat didepan saya dan satu lagi disebelah kanan saya, malaikat saat itu berkata kepada saya 'kamu sudah tidak mungkin lagi dengan kondisi seperti ini',...saat itu saya memang sudah tidak bisa berbuat apa2, hanya bisa berdoa, bahkan menggerakan tanganpun saya tidak mampu tapi saya terus membatin, saya tetap ingin hidup, saya ingin msh ingin hidup dengan keluarga dan anak2 saya. dan disitu saya merasakan lagi nikmat Allah yang sangat besar, saya merasakan lagi Allah sangat sayang kepada saya, sampai akhirnya saya sembuh seperti ini, lewat perantara prof juga.. ada 1 firman Allah favorit saya yaitu Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?... ya, surat Ar Rahman ayat 13. dan saya selalu berdoa dan berharap saya dan prof selalu diberi kesehatan oleh Allah swt, krn hanya pada Allah lah tempat kita meminta....




Dia diam. mungkin menahan nangis, kita semua juga diam, antara kagum sama masih nggak percaya sm ceritanya, dan setelah Ia memeluk Islam, keluarga nya selalu mendukungnya, walau keluarga nya adalah non islam, setiap selesai acara keagamaan, Radhot selalu cerita pada ibu nya, dan ibu nya selalu mendengarkan dengan senang hati, dan juga pada saat Radhot ingin menikah, ayahnya mencari tau tentang tata cara menikah orang islam, dan akhirnya Dia menikah dengan wali yang masih mempunyai hubungan darah, seperti yang di ajarkan dalam Islam.


itulah cerita yang gue dapet dari acara kumpul keluarga tersebut, Radhot, sama sekali ga ada hubungan keluarga, dia cuma pasiennya pakde, tapi sengaja diundang buat jadi pembicara.
hanya sekedar pengen berbagi cerita, karena baru beberapa jam yang lalu, mumpung masih inget jadi langsung disharing biar nggak lupa.
semoga ini jadi inspirasi dan renungan buat jalanin hidup. dan semoga di bulan yang baik ini masih banyak orang-orang baik yang bisa menambah inspirasi kita buat kedepannya. AMIN.

0 comments:

Post a Comment

Pages

Powered by Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

About Me

Blog Archive